HALOJEMBER - Kabar yang telah menjadi spekulasi hangat di kalangan pencinta sepak bola Indonesia akhirnya terjawab sudah.
Pada Senin (8/6/2026), di tengah gemerlap Jakarta International Stadium (JIS) yang disiapkan sebagai kandang baru Macan Kemayoran, Persija Jakarta secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala untuk kompetisi Super League 2026/2027.
Kontrak berdurasi tiga tahun resmi ditandatangani, menandai era baru bagi tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Baca Juga: Polisi Jadi Suporter Sepak Bola? Polres Jember Bakal Bentuk South Sector Police untuk Persid
Keputusan STY untuk menerima pinangan Persija ini sangat menarik untuk ditelusuri.
Pasalnya, pelatih asal Korea Selatan berusia 55 tahun itu bukanlah sosok yang butuh pekerjaan.
Setelah dipecat dari Timnas Indonesia pada Januari 2025 lalu, STY sempat menjabat sebagai Wakil Presiden di Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), menjadi Direktur Sepak Bola Seongnam FC, hingga singkat melatih Ulsan HD pada musim 2025. Lalu, apa yang membuatnya mantap memilih Persija?
Baca Juga: Persamaan Sepak Bola Indonesia dan Italia, Opini oleh Edwin Dianto Penggemar Sepak Bola
Faktor pertama dan mungkin yang paling kuat adalah ikatan emosional.
Shin Tae-yong bukan orang baru di Indonesia. Selama hampir enam tahun (2019–2025), ia membesut Timnas Indonesia dan memilih untuk tinggal di Jakarta.
"Selama tinggal di Jakarta lima tahun, saya menjadi orang yang sangat cinta Indonesia dan Jakarta," ungkap Shin yang diterjemahkan oleh penerjemah setianya, Jeje, dalam konferensi pers perdananya
“Jadi STY paling kenal dengan tim Persija Jakarta. Waktu itu Shin Tae-yong merasakan juga Persija tim terbaik di Indonesia," jelas STY dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Persija TV
STY tidak serta-merta menerima tawaran begitu saja.
Ia mengakui ada banyak klub besar yang menggodanya. Setidaknya ia menerima tiga hingga empat tawaran dari klub lain.
Ia menyebut bahwa selama memimpin Timnas Indonesia, ia melihat betapa luar biasanya kekuatan Persija sebagai salah satu klub terbaik di Indonesia.
Mengembalikan "Macan Kemayoran" ke jalur juara setelah gagal total musim lalu menjadi sebuah proyek besar yang menggelitik naluri kompetitifnya.
Baca Juga: Dari TV hingga Lapangan Kampung, Ini Alasan Sepak Bola Selalu Jadi Hiburan Utama saat Libur Lebaran
"Saya merasa tertantang melatih Persija dan ingin kembali membantu mengembangkan sepak bola Indonesia," tegas STY
Begitu resmi diperkenalkan, Shin Tae-yong langsung "gaspol" membeberkan target besarnya yaitu Juara Super League 2026/2027.
Ini menjadi misi besar mengingat musim lalu (2025/2026), Persija hanya finis di peringkat ketiga dan gagal total merebut gelar.
Namun tidak seperti pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong mendapatkan kontrak panjang hingga tiga tahun.
Ini bukan sekadar angka, melainkan tanda bahwa Persija menginginkan sebuah proyek jangka panjang yang berkelanjutan. (mg4)
Editor : Hariri HJ