HALOJEMBER — Nama Veda Ega Pratama kini tengah menjadi buah bibir di kancah otomotif internasional setelah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di kelas Grand Prix prototype (Moto3).
Dia lahir pada 23 November 2008, remaja berusia 17 tahun ini membuktikan bahwa bakat lokal dari daerah mampu bersaing di level elit global.
Bagaimanakah perjalanan hidup dan pendidikan pembalap muda yang kini resmi menjadi atlet elit Red Bull ini?
Baca Juga: Siap Hadapi Balapan Moto3 Republik Ceko 2026, Ini Catatan Sejarah yang Ditorehkan Veda Ega Pratama
Masa Kecil dan Pendidikan Anak Usia Dini (TK - SD)
Sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK), Veda sudah akrab dengan gemuruh suara mesin motor. Sang ayah, Sudarmono, sering mengajaknya ke sirkuit balap. Pada usia 4 tahun, ia mulai diperkenalkan dengan atmosfer sirkuit mini.
Memasuki masa Sekolah Dasar (SD), hobi masa kecilnya ini diarahkan menjadi karier profesional. Veda awalnya sangat menyukai dunia motocross. Didampingi sang ayah, ia berlatih hampir setiap hari melintasi trek tanah. Namun, melihat jenjang karier road race yang lebih terstruktur di Indonesia, Veda memutuskan beralih fokus saat usianya menginjak 9 tahun. Di masa SD inilah ia berhasil lolos seleksi masuk Astra Honda Racing School pada tahun 2018.
Baca Juga: Sejarah Pembalap Indonesia! Veda Ega Pratama Tembus Peringkat 3 Besar Klasemen Dunia Moto3 2026
Penajaman Bakat dan Disiplin (SMP - SMA)
Karier balap Veda semakin melesat di masa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bersekolah sambil meniti karier sebagai pembalap bukanlah hal yang mudah. Melalui akademi balap Astra Honda, Veda tidak hanya dilatih secara fisik dan teknik di lintasan, tetapi juga diajarkan manajemen waktu, disiplin ketat, peraturan balap, hingga kursus bahasa Inggris untuk mempersiapkannya ke ajang internasional.
Pada masa ini, ia mulai mendominasi kejuaraan nasional seperti OnePrix dan Honda Dream Cup.
Saat menduduki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), dunia mulai melihat bakat luar biasa remaja asal Gunungkidul ini.
Pada tahun 2023, ia mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai ajang bergengsi Asia Talent Cup (ATC) dengan rekor kemenangan yang sangat dominan.
Fokus Karier Dunia dan Status Kuliah
Hingga saat ini di tahun 2026, dalam usianya yang baru menginjak 17 tahun, Veda Ega Pratama memilih untuk memfokuskan seluruh energi dan waktunya pada karier balap profesional di Eropa.
Baca Juga: Dilema Podium Le Mans: Finish di Posisi 4, Mental Juara Veda Ega Diuji Menuju Puncak Moto3 2026
Mengingat ketatnya jadwal Kejuaraan Dunia Moto3 yang mengharuskannya berpindah-pindah sirkuit antarbenua setiap pekan, Veda menjalani sistem pendidikan fleksibel setingkat SMA demi menunjang aktivitasnya dan belum mengambil jenjang kuliah (pendidikan tinggi).
Puncak Karier Sementara: Menembus Jagat Moto3 Dunia
Karier balap internasionalnya berkembang sangat pesat melalui tahapan berikut:
· 2023: Menjadi Juara Asia Talent Cup.
· 2024-2025: Promosi ke Eropa untuk berkompetisi di Red Bull Rookies Cup dan FIM JuniorGP, di mana ia berhasil meraih kemenangan dramatis seperti di Sirkuit Mugello, Italia.
· 2026 (Saat Ini): Resmi direkrut oleh Honda Team Asia untuk bertarung semusim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3.
Veda langsung membuat gempar paddock dunia lewat debut sensasionalnya dengan finis 5 besar di seri Thailand.
Puncaknya, ia sukses naik podium ketiga di Grand Prix Brasil, menjadikannya pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang mampu meraih podium di ajang Grand Prix resmi.
Impian masa kecilnya yang bermula dari trek tanah Wonosari kini tinggal selangkah lagi menuju kelas utama, MotoGP.
Editor : Hariri HJ