KANSAS CITY, Halo Jember – Kepergian Antonio Ubaldo Rattín meninggalkan duka bagi sepak bola Argentina. Legenda Boca Juniors sekaligus mantan kapten timnas Argentina itu meninggal dunia pada Sabtu (11/7) waktu setempat di usia 89 tahun.
Sebagai bentuk penghormatan, para pemain Albiceleste mengenakan ban hitam saat menghadapi Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026. Argentina kemudian memastikan tiket semifinal usai menang 3-1.
Ban hitam sudah dikenakan seluruh pemain sejak memasuki lapangan di Arrowhead Stadium, Kansas City. Penghormatan itu diberikan hanya beberapa jam setelah kabar wafatnya Rattín diumumkan.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyebut Rattín sebagai salah satu kapten terbesar dalam sejarah tim nasional. Sosok yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu dikenal sebagai pemimpin di lapangan sekaligus ikon Boca Juniors.
Sepanjang karier profesionalnya, Rattín hanya membela Boca Juniors. Berseragam klub asal Buenos Aires itu sejak 1956 hingga 1970, dia tampil dalam 382 pertandingan, mencetak 28 gol, mempersembahkan enam gelar Liga Argentina, serta membawa Boca Juniors menjadi finalis Copa Libertadores 1963.
Di level internasional, Rattín memperkuat Argentina pada Piala Dunia 1962 dan 1966 serta dua kali menjadi runner-up Copa América.
Nama Rattín juga tercatat dalam sejarah sepak bola dunia. Pada perempat final Piala Dunia 1966 melawan Inggris di Stadion Wembley, dia diusir wasit Rudolf Kreitlein setelah memprotes keputusan pertandingan.
Saat itu FIFA belum menggunakan kartu kuning maupun kartu merah. Rattín menolak meninggalkan lapangan karena tidak memahami keputusan wasit dan meminta penerjemah. Pertandingan pun sempat terhenti hampir 10 menit.
Insiden tersebut menjadi salah satu pemicu lahirnya sistem kartu kuning dan kartu merah. Ketua Komite Wasit FIFA saat itu, Ken Aston, kemudian memperkenalkan sistem kartu berdasarkan warna lampu lalu lintas yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 1970 dan masih digunakan hingga sekarang.
Penghormatan kepada Rattín menjadi momen emosional di tengah keberhasilan Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.
Selain mengenakan ban hitam, seluruh pertandingan juga diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang sejumlah tokoh sepak bola yang wafat.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi