Bagaimana Sentuhan Magis Egy Maulana Vikri Kembali Selamatkan Indonesia di Final ASEAN Cup 2026

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 23:20 WIB
JUARA: Timnas Indonesia Keluar Sebagai Juara Fifa Asean Cup
JUARA: Timnas Indonesia Keluar Sebagai Juara Fifa Asean Cup
 
HALO JEMBER, Jakarta — Tim Nasional Indonesia berhasil merengkuh gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 secara dramatis setelah menumbangkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). 
 
Laga sengit yang berakhir imbang 2-2 hingga babak extra time 120 menit ini menjadi panggung pembuktian kembali bagi seorang Egy Maulana Vikri sebagai pembeda di momen-momen krusial.

Super-Sub Penyelamat: Dari Bangladesh hingga Final Lawan Thailand
 
Peran krusial Egy Maulana Vikri sebagai penyelamat Tim Garuda bukanlah hal baru.
 
Sebelumnya, pada laga sengit melawan Bangladesh, masuknya Egy dari bangku cadangan menjadi kunci terciptanya gol penting yang menghindarkan Indonesia dari hasil mengecewakan.

Skenario deja vu tersebut kembali terulang di partai puncak melawan Thailand.
 
Ketika Timnas Indonesia berada di ujung tanduk dan tertinggal di babak perpanjangan waktu, Egy yang baru dimasukkan kembali menunjukkan magisnya.
 
Berawal dari skema serangan yang tenang, visi permainan dan sentuhan presisi Egy berhasil mendistribusikan bola matang (deliver) ke arah Elkan Baggott, yang kemudian mengonversinya menjadi gol penyeimbang di menit ke-115.
 
Gol dramatis tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke babak adu penalti hingga Indonesia mengunci gelar juara.

Kritikan Pedas Coach Justin: Kehabisan Bensin dan Warning Jelang AFC
 
Meski berhasil membawa pulang piala, penampilan Skuad Garuda tak lepas dari evaluasi tajam para pengamat sepak bola nasional, salah satunya Justinus Lhaksana alias Coach Justin (Kochi).

Kochi menyoroti penurunan performa Timnas Indonesia pada fase krusial pertandingan.
 
Menurutnya, sangat disayangkan ketika Indonesia yang sudah unggul jumlah pemain sejak menit ke-80 gagal memanfaatkan keunggulan jumlah personel untuk mengontrol laga.
 
Sebaliknya, Indonesia justru kebobolan akibat penurunan konsentrasi dan stamina.
 
"Pemain seperti kehabisan bensin. Saat sudah unggul jumlah pemain di menit 80-an, harusnya kita bisa menguasai permainan, tapi ini malah kebobolan," tegas Coach Justin.

Kochi memberikan peringatan keras bahwa kelemahan mendasar seperti ini tidak boleh terulang saat Indonesia tampil di level Asia (Piala Asia/AFC) mendatang.
 
"Hal seperti ini tidak boleh terulang di level AFC nanti. Kalau performa seperti ini kita bawa ke panggung AFC, selesai sudah kita," tambah Kochi menekankan pentingnya pembenahan fisik dan kedewasaan taktik.

Catatan Kunci Pertandingan:
  • Hasil Akhir: Indonesia 2 - 2 Thailand (Penalti: 4 - 2)
  • Momen Krusial: Assist/distribusi bola Egy Maulana Vikri kepada Elkan Baggott (115')
  • Evaluasi Utama: Pengelolaan stamina dan kontrol permainan saat unggul jumlah pemain menjelang turnamen AFC.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Fifa Asean Cup Timnas Indonesia Juara indonesia