Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Etnonutrisi dan Penguatan Promosi Kesehatan Masyarakat. Opini: Warda Arumsari

Dwi Siswanto • Selasa, 25 Juni 2024 | 21:09 WIB

 

Photo
Photo

HARI Keamanan Pangan Sedunia jatuh pada tanggal 7 Juni. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan tema “Keamanan Pangan: Bersiap untuk Hal-hal yang Tak Terduga” sebagai tema tahun 2024 dengan tujuan untuk menarik perhatian terhadap insiden keamanan pangan yang terjadi secara tiba-tiba dan menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan menghadapi insiden tersebut, tidak peduli seberapa parah insiden tersebut. '

Insiden pangan dapat terjadi, misalnya karena kontaminasi yang tidak disengaja, pengendalian pengolahan makanan yang tidak memadai, peristiwa cuaca ekstrem, atau bencana alam. Meskipun kesiapan untuk mengelola insiden keamanan pangan memerlukan upaya khusus dari para pembuat kebijakan, otoritas keamanan pangan, petani dan operator bisnis pangan, tetapi konsumen juga mempunyai peran aktif.

Pangan dan aspek gizi memiliki kaitan yang sangat erat. Pangan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan olahan yang bermanfaat untuk pemenuhan gizi dan kesehatan. Salah satu faktor penyebab masalah gizi yang dapat mempengaruhi gizi secara langsung adalah asupan/intake.

Asupan harus dipastikan terpenuhi dengan baik, tidak hanya kuantitas namun juga kualitas pangan yang dikonsumsi dan dipastikan juga aman dikonsumsi. Keamanan pangan menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dalam konsep pemenuhan kebutuhan gizi untuk mendukung status gizi dan kesehatan yang baik. Suplay makanan bergizi harus dipenuhi dalam jumlah cukup dengan tetap melakukan pengawasan pada kualitas dan keamanan yang memadai pada semua sisi baik produksi, distribusi, hingga konsumsi. 

Mengenai makanan bergizi, sebetulnya Kabupaten Jember memiliki banyak bahan pangan lokal yang juga bisa dijadikan sebagai 'superfood. Harganya pun relatif lebih murah. Misalnya tempe, memiliki kandungan protein lebih banyak karena padat kedelainya. Bahan pangan lokal lain yaitu ikan kembung yang memiliki kandungan omega 3 di dalamnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan sumber protein hewani.

Baca Juga: Merasa Sehat dan Tidak Demam. Sebenarnya Masuk Fase Kritis DBD. Kenali Siklus Pelana Kuda DBD

Bahan pangan lokal yang lain yaitu ubi ungu. Selain sebagai sumber karbohidrat, ubi juga juga kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dan melindungi DNA serta kaya beta karoten yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan mata, kerusakan saraf, dan memperkuat kekebalan tubuh. Daun kelor juga merupakan bahan lokal tinggi gizi karena mengandung banyak vitamin dan mineral penting yang bermanfaat bagi tubuh serta mengandung kalsium, protein, zat besi, dan asam amino yang mempercepat proses penyembuhan penyakit sekaligus membangun kekuatan otot. 

Bahan pangan lain yaitu ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang sering dikonsumsi masyarakat. Nilai gizi ikan lele tidak kalah besar dari makanan laut lainnya, seperti udang dan salmon. Daun singkong juga mengandung vitamin C, beta karoten, dan antioksidan tinggi yang berguna untuk mencegah penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker. Kacang hijau disebut sebagai sumber protein yang baik karena rendah lemak dan mengandung banyak serat serta antioksidan, kalsium, zat besi, zinc, kalium, fosfor, vitamin A, vitamin B, folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K. 

Etnonutrisi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan budaya dan tradisi lokal dalam meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan masyarakat yang saat ini telah menjadi strategi efektif dalam meningkatkan promosi kesehatan di masyarakat desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Di Kabupaten Jember telah terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan nutrisi yang seimbang. Hal ini dapat dilihat dalam peningkatan minat masyarakat terhadap program-program kesehatan yang berbasis budaya dan tradisi. Etnonutrisi dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan bahan-bahan alami dalam makanan, penggunaan teknologi tradisional untuk pengolahan makanan, dan pengembangan program edukasi yang berbasis budaya. 

Etnonutrisi juga sudah mulai diterapkan di masyarakat desa wilayah Jember dengan cara seperti penggunaan bahan-bahan alami yang mulai dipahami masyarakat desa dan tersedia secara lokal untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan. Misalnya, penggunaan rempah-rempah dan herbal yang telah digunakan secara tradisional dan dikembangkan menjadi bagian dari pola makan yang seimbang untuk masyarakat.

Penerapan etnonutrisi yang lain yaitu pengembangan program edukasi yang berbasis budaya seperti memperkenalkan masyarakat pada pentingnya kesehatan dan nutrisi yang seimbang, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat penggunaan bahan-bahan alami dalam makanan.

Baca Juga: Kenapa Bandealit Diaspal? Opini: Ihsannudin

Selain itu, teknologi tradisional juga telah digunakan dalam pengolahan makanan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Contohnya, penggunaan air panas untuk mengolah makanan telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.

Baca Juga: Antara Jin dan Khodam. Berikut Penjelasan dari Salman Akif, Alumnus PP PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan PP Nurul Jadid Paiton Probolingg

Penerapan etnonutrisi lain adalah kolaborasi dengan masyarakat secara kolaboratif dengan memperhatikan kebutuhan dan budaya setempat yang ada. Dengan memanfaatkan budaya lokal dan pendekatan berbasis komunitas, etnonutrisi dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat desa. 

Efektivitas etnonutrisi dalam promosi kesehatan di masyarakat desa dapat diukur melalui beberapa cara yaitu dari segi pengetahuan dan perilaku yang diukur dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi dan perilaku hidup sehat. Pengukuran dari segi keterlibatan masyarakat memfokuskan pada adanya keterlibatan masyarakat dalam proses promosi kesehatan.

Dalam pendekatan ini, masyarakat diundang berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesehatan sendiri dan masyarakat lainnya.

Selain itu, etnonutrisi dapat diukur dengan pengukuran hasil yang dicapai, seperti penurunan stunting, peningkatan konsumsi buah dan sayur. Etnonutrisi juga memerlukan koordinasi dan kerjasama antara berbagai elemen masyarakat, seperti praktis medis, psikolog, media massa, serta para pemangku kebijakan, untuk mencapai tujuan promosi kesehatan yang efektif.

Penulis adalah Penyuluh Kesehatan Masyarakat UPTD. Puskesmas Jelbuk

Editor : Dwi Siswanto
#ikan air tawar #Omega 3 #makanan bergizi #jember #hari keamanan pangan dunia