Mantan terindah. Mana ada yang terindah jika sudah jadi mantan. Bahkan pasangan yang ada sekarang itupun tidak bisa disebut mantan meskipun dia indah, maka mantan manakah yang dipertanyakan?
Mantan bermakna seseorang atau sesuatu yang pernah memiliki hubungan, kedudukan, atau situasi tertentu, tetapi telah berakhir atau tidak lagi ada. Dalam sebuah hubungan pribadi, mantan sering diartikan untuk menyebut seseorang yang pernah menjadi pasangan romantis atau pacar di masa lalu.
Kata “pernah menjadi” menjadi sebuah ambiguitas. Lantas yang sekarang menjadi suami/istri itu siapa? Mantan terindah kah? atau siapa?
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua mantan berkaitan dengan asmara. Mantan juga bisa mengarah pada sesuatu yang telah berubah atau berakhir, seperti: mantan presiden, mantan pegawai, mantan karyawan, mantan sekolah, mantan anak buah, atau mantan-mantan yang lain. Dengan demikian mantan tidak selalu berhubungan dengan masa lalu yang romantis.
Diantara sekian banyak arti mantan yang paling asik dibahas tetaplah mantan kekasih. Selalu sedap untuk diingat, selalu sedap untuk dibahas, meskipun seringkali menyakitkan. Mantan yang satu ini merupakan seseorang yang menjadi orang ketiga yang tidak kasat mata.
Antara ada dan tiada. Dikatakan ada tetapi tak berwujud karena sudah hilang. Dikatakan tiada namun dia selalu ada meskipun berada jauh di lubuk hati yang paling dalam. Keberadaan mantan akan selalu mengganggu kehidupan karena dia akan sering kali hadir jika kita tidak berani untuk mengusirnya secara terang-terangan yang disertai dengan tekad bulat sepenuh hati.
Keberadaan mantan kadang hadir di alam bawah sadar, seperti dalam mimpi. Namun jangan salah, kadang kehadirannya bukan karena dia benar-benar hadir dalam mimpi kita, bisa jadi itu karena kesalahan kita sendiri.
Berikut ini arti dari kehadiran sang mantan dalam mimpi kita: (1) Akan datang keberuntungan, meskipun keberuntungan itu tidak berhubungan dengan mantan (2) Masih ada kenangan; (3) ada masalah yang belum selesai antara kita dan dia, misalkan dia atau kita punya hutang; (4) cerminan masa lalu yang kelam; (5) adanya ketidakpuasan dengan orang yang baru; (6) tidak menikmati hidup; (7) merasa kecewa terhadap sesuatu hal; (8) takut tersakiti kembali; (9) harus memaafkan mantan apapun kesalahannya agar kita tenang; (10) sedang merindukannya; dan (11) belum bisa move on (melupakan).
Memperbincangkan mantan di hadapan pasangan kita memang bukanlah masalah besar namun pembahasannya akan membuat keadaan berbeda dan membuat pasangan kita tidak nyaman. Meskipun hanya sekedar alih-alih berbicara tentang hubungan kita dengan kita dengan mantan namun itu akan tetap menyakiti pasangan kita. Jadi fokuslah untuk melakukan sesuatu yang sekiranya bisa memperkuat hubungan kita saat ini.
Sebuah akibat dari memperbincangkan mantan dengan pasangan adalah dapat merusak hubungan kita saat ini. Jika kita terus menerus memperbincangkannya, pasangan kita akan merasa tidak nyaman dan cemburu. Jika dibalik, pasangan kita yang memperbincangkan mantannya di depan kita? relakah? Maka jawabannya, pasti. tidak! Bahkan kemarahan kita akan lebih besar dari kemarahannya saat ini. Hati-hati jika dunia diputarbalikkan, maka kita tidak akan sanggup menanggung bebannya.
Membuat sebuah perbandingan. Pasangan kita akan mengira kita sedang memperbandingkan dia dengan mantan jika kita sering memperbincangkannya. Meskipun tidak ada niat buruk, tetapi pasangan kita akan kesal dan merasa diperbandingkan meskipun sebenarnya kebersamaan saat ini sangat tidak sebanding dengan masa lalu. Dan Pasangan kita adalah pemenang tunggal.
Memperbincangkan masa lalu dengan mantan memang akan menjadi sebuah bumerang untuk kehancuran sebuah hubungan yang sudah mempunyai komitmen. Namun ada sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam European Journal of Social Psychology pada oktober 2022, menyimpulkan bahwa mengungkit dan membicarakan mantan kekasih tidak merugikan bahkan bisa meningkatkan hubungan kita dengan pasangan yang sekarang.
Mengingat kembali masa lalu sebagai bentuk instropeksi diri dengan kesalahan-kesalahn yang pernah kita perbuat dan berniat tidak mengulangi lagi dengan pasangan yang sekarang. Mengingat mantan juga akan membuat kita refleksi terhadap diri sendiri, bahkan kita tidak percaya bahwa kita bisa dan mampu membuat loncatan-loncatan keputusan yang berkaitan dengan masa lalu. Hal ini akan membuat kita lebih bisa percaya diri bahwa kita bisa menjadi diri sendiri meskipun tanpa dia yang pernah hadir dalam kehidupan kita.
Bagaimanakah dengan Islam? Islam tidak mengenal istilah mantan pacar karena Islam melarang keras istilah pacar (pelaku) atau pacaran (hal yang dilakukan). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk segera bisa move on (melupakan) pacar, yaitu: menyadari diri sendiri bahwa pacaran itu merupakan hal yang salah, melakukan shalat taubat, meyakini bahwa putus cinta merupakan jalan yang terbaik dari Allah, menyibukkan diri sendiri agar kenangan dengan kekasih segera hilang dari ingatan, membaca doa untuk hijrah meninggalkan pacaran, memperbanyak ibadah, memperbanyak dzikir dan istighfar meminta permohonan ampun kepada Allah, banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, menjauhi teman yang suka berpacaran karena kita sulit sekali untuk tidak melakukan apa yang teman lakukan, menghindari tempat-tempat yang mempunyai kenangan manis dengan mantan, berhentilah mencari kabar aktivitas mantan meskipun lewat media sosial, lakukan hobi dengan senang hati agar tidak terus berpikir mantan, lakukanlah taaruf bukan pacaran, dan menikahlah, karena tidak ada obat mujarab bagi orang yang sedang dilanda virus cinta selain dengan pernikahan. Niatkan pernikahan untuk mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT.
Pasangan yang sekarang adalah takdir terbaik dari Allah SWT. Masa lalu jadikanlah kenangan sebagai cambuk kehidupan agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan besok lebih baik dari hari ini. Mensyukuri apa yang ada dan berikhtiar untuk menjadi manusia yang bisa dicintai disayangi dan dibanggakan oleh orang-orang disekitar kita. Amiin.
*)Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia MAN Lumajang dengan pendidikan terakhir Magister Linguistik.
Editor : Halo Jember