Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Pramuka, Promosi Kesehatan, dan Generasi Emas Indonesia Opini: Warda Arumsari

Halo Jember • Senin, 19 Agustus 2024 | 03:12 WIB
Warda Arumsari
Warda Arumsari

“Wujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat melalui Gerakan Pramuka”, kata bijak dari Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, tersebut masih relevan dengan semangat kepramukaan saat ini. Pramuka menjadi salah satu penggerak bangsa Indonesia dalam membangun generasi penerusnya, baik secara mental, karakter, dan kebudayaan.

Hari Pramuka yang diperingati tanggal 14 Agustus (1961-2024) saat ini mengusung tema "Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI" yang bermakna sebuah harapan untuk membangun citra positif gerakan Pramuka serta setiap insan yang ada di dalamnya selalu berjiwa Pancasila dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

Di setiap peringatan Hari Pramuka menjadi momen penting bagi generasi muda untuk merenungkan perannya baik di lingkungan masyarakat, pendidikan, dan interaksinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai pemuda yang tangguh dan mandiri.

Dalam bidang Kesehatan, Pramuka memiliki Satuan Karya (Saka) yang memang disiapkan untuk membentuk kader pembangunan di bidang kesehatan yang membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

Satuan Karya tersebut adalah Saka Bakti Husada (SBH). Dalam melaksanakan tugasnya, SBH bekerja sama dengan instansi-instansi terkait untuk memberikan keterampilan dan dukungan yang diperlukan.

Dalam penerapannya, SBH memiliki 6 krida, yaitu Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Krida-krida ini yang selalu dikembangkan untuk menjawab tantangan dan solusi permasalahan di bidang kesehatan.

Saka Bakti Husada (SBH) di Kabupaten Jember memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan sampai saat ini telah melakukan beberapa kegiatan rutin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, di antaranya kegiatan pendidikan dan pembinaan, dalam hal ini SBH menjadi wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di bidang kesehatan.

Kegiatan yang lain yaitu penyuluhan dan pengembangan dengan berbagi ilmu kesehatan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Kegiatan yang tidak kalah menarik yaitu Acara Penyematan Tanda Jabatan yaitu dengan melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus Mabiran, Kwarran, Saka dan Pangkalan Saka, termasuk Saka Bakti Husada, yang dilakukan oleh Bupati Jember.

Potensi-potensi strategis yang dimiliki SBH dapat diimplementasikan secara kolaboratif, artinya Pramuka dalam hal ini SBH bisa diisi dari berbagai profesi kesehatan dalam menjawab beberapa tantangan masalah Kesehatan di Kabupaten Jember.

Pertama, SBH dapat melakukan praktik lapangan dalam penyehatan lingkungan yaitu membuat sarana cuci tangan dan tempat pembuangan sampah serta pengelolaan sampah yang dapat diuraikan oleh bakteri tanah menjadi kompos.

Selain itu, juga dapat melakukan penyuluhan, pemeriksaan jentik nyamuk, pemberian abate, dan Jumat Bersih/PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Kedua, Masalah kesehatan lain yaitu kasus stunting. Kasus stunting di Kabupaten Jember pada tahun 2024 masih menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Dalam hal ini, SBH dapat melakukan intervensi preventif stunting dari hulu yaitu melakukan edukasi pada remaja putri terkait konsumsi tablet tambah darah. Remaja putri nantinya adalah calon ibu, jika remaja putri mengalami anemia pada masa kehamilan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.

Selain itu juga berkontribusi dalam melakukan penyuluhan gizi tentang jajanan sehat dan aman yang dikonsumsi siswa siswi yang dilakukan di sekolah dasar.
Ketiga, SBH juga dapat berperan dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengendalian penyakit seperti demam berdarah, rabies, diare, tuberkulosis, cacingan, dan HIV/AIDS.

Hal lain yang juga sangat penting yaitu SBH juga berperan dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk memenuhi kebutuhan obat alami yang aman dan efektif bagi keluarga serta edukasi penggunaan kosmetik yang aman.

Selain itu dilakukan pemberian pengetahuan melalui penyuluhan terkait pencegahan, penanggulangan, dan bahaya narkotika terutama pada remaja dan anak-anak. Dalam hal meningkatkan kesehatan dan kebersihan masyarakat, kontribusi SBH dapat dilakukan dengan menyebarkan informasi tentang cara hidup bersih dan sehat melalui berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, Tik Tok serta kegiatan di sekolah maupun komunitas, serta memberikan edukasi dan keterampilan terkait dengan PHBS, seperti mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan olahraga secara teratur.

Keempat, SBH berperan sebagai edukator dan pemberdayaan masyarakat, terutama generasi muda dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui program-program kesehatan yang berfokus pada gizi yaitu dengan program intervensi tambahan asupan gizi bagi balita dengan status gizi kurang untuk meningkatkan dan mencukupi kebutuhan zat gizi pada anak.

Selain itu, SBH juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat, terutama kepada ibu hamil, pasangan usia muda, dan balita. Edukasi ini dapat membantu masyarakat memahami gizi seimbang dan menerapkan pola makan yang sehat. Dalam penerapan sebagai edukator gizi, SBH dapat langsung turun ke posyandu maupun daerah di pelosok dengan berkolaborasi bersama Puskesmas melalui ahli gizi maupun promotor kesehatan (promkes).

Dengan banyaknya ruang aktualisasi SBH dalam bidang kesehatan, diharapkan SBH di Kabupaten Jember agar terus membuka ruang kerja kolaboratif dengan Satuan Karya yang lain serta mampu bekerja sama dengan organisasi, lembaga, dan instansi yang relevan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi emas di bidang kesehatan sehingga dapat mewujudkan kader pembangunan khususnya generasi muda yang dapat membantu menciptakan norma hidup sehat bagi masyarakat dan lingkungannya.

 

*) Penulis adalah penyuluh kesehatan masyarakat UPTD Puskesmas Jelbuk.

Editor : Halo Jember
#opini #pramuka #sbh