Setiap tahun, pada tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia. Hari ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker, mempromosikan pencegahan, dan mendukung upaya penanganan penyakit ini yang terus meningkat.
Dalam konteks ini, penting untuk menyoroti perawatan paliatif, yang merupakan aspek krusial dalam perawatan pasien kanker, terutama bagi mereka yang menghadapi stadium lanjut.
Penyakit kronis seperti kanker memerlukan pelayanan paliatif, karena pelayanan tersebut memberikan pelayanan menyeluruh mulai dari promosi, pencegahan, pengobatan dan pemulihan (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 812/Menkes/SK/VII/2007).
Menurut (WHO, 2019) kanker adalah sekelompok penyakit yang menyerang hampir seluruh organ atau jaringan tubuh akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali sehingga dapat menyebar atau bermetastasis ke organ lain. Kanker dapat menyebabkan berbagai gejala fisik yang menyakitkan, seperti nyeri, mual, dan kelelahan.
Selain itu, diagnosis kanker juga sering menimbulkan dampak psikologis yang signifikan, seperti kecemasan, depresi, dan ketidakpastian tentang masa depan. Rendahnya angka harapan hidup pasien kanker berhubungan dengan lama rawat di rumah sakit, seriusnya proses pengobatan pasca operasi, tingginya penggunaan obat-obatan, komplikasi pengobatan dan berkurangnya struktur pengobatan (Rahman et al., 2023).
Perawatan paliatif berperan untuk mengatasi semua aspek ini, memastikan pasien merasa didukung dan terlayani secara holistik. Perawatan paliatif merupakan perawatan komprehensif yang mempertimbangkan aspek fisik, emosional, sosial dan spiritual pasien (Hurai et al., 2024).
Perawatan paliatif adalah pendekatan perawatan intensif yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien yang menghadapi penyakit kritis, yang membatasi hidup, kronis, atau terminal (Hurai et al., 2024). Perawatan paliatif menawarkan pendekatan pelayanan kesehatan terpadu yang kuat dan komprehensif, yaitu pendekatan multidisiplin yang mencakup dokter, perawat, ahli terapi fisik, pekerja sosial medis, psikolog, psikiater, ahli gizi, relawan dan profesi penting lainnya.
Kebutuhan akan perawatan paliatif sangat penting karena peningkatan pasien dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan (dewasa dan anak-anak) seperti kanker, penyakit paru obstruktif, stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal akut, dll (Laoh et al., 2023).
Menurut World Health Organization, perawatan paliatif untuk pasien kanker didasarkan untuk meredakan nyeri dan gejala lainnya, menegaskan hidup dan mati sebagai hal yang biasa, bermaksud baik untuk mempercepat atau menunda kematian, memasukkan aspek psikologis dan spiritual dalam perawatan pasien, menyediakan sistem pendukung untuk membantu pasien tetap aktif selama sakit, membangun sistem pendukung untuk membantu keluarga merawat pasien selama sakit, menggunakan pendekatan tim untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga termasuk konseling duka (sesuai kebutuhan), meningkatkan kualitas hidup yang mungkin bermanfaat dalam proses perkembangan pasien.
Perawatan paliatif ini dilakukan sejak awal diagnosa penyakit dan terus berlanjut bersama dengan pengobatan seperti kemoterapi atau radioterapi (WHO, 2016).
Hal ini sejalan dengan Retnaningsih et al (2022) yang berpendapat bahwa perawatan paliatif diberikan pada tahap awal dan akhir, dan diintegrasikan dengan perawatan kuantitatif dan rehabilitasi.
Tim perawatan paliatif biasanya menggunakan kombinasi terapi untuk menghilangkan gejala fisik dan efek samping kanker. Kombinasi terapi tersebut dapat meliputi obat, terapi fisik, teknik relaksasi, pijat, akupuntur, konseling gizi, dan program latihan fisik. Selain aspek fisik, dukungan emosional juga menjadi aspek penting dalam perawatan paliatif. Pasien kanker sering kali merasa cemas dan takut.
Melalui konseling dan dukungan psikologis, pasien dapat mengeksplorasi perasaan mereka, mendapatkan pengertian yang lebih baik tentang kondisi mereka, dan belajar cara menghadapinya. Selain itu, dukungan spiritual juga sangat berarti bagi banyak pasien kanker.
Agama dan keyakinan spiritual dapat memberikan kenyamanan dan harapan di tengah kesakitan. Perawat atau pekerja sosial dapat menyediakan dan mendistribusikan konselor dan pemuka agama kepada pasien atau mengajari pasien bagaimana mengekspresikan perasaannya melalui aktivitas seperti membuat jurnal, atau berbicara tentang pengalaman hidup (buku harian) dan mengungkapkan ide (Firmana & Anina, 2024).
Dalam konteks perawatan paliatif, perundang-undangan dan peraturan di Indonesia sangat penting. Beberapa peraturan dan pasal yang relevan yaitu Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan: Pasal 53 UU Kesehatan menyebutkan bahwa setiap orang yang menderita penyakit terminal berhak mendapatkan perawatan berbasis kebutuhan medisnya, termasuk perawatan paliatif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien yang menghadapi penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
Selain itu, Permenkes No. 4 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Keperawatan Paliatif.
Dalam peraturan ini, disebutkan bahwa pelayanan paliatif bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis atau terminal, seperti kanker. Perawatan paliatif mencakup pendekatan holistik, termasuk dukungan fisik, emosional, sosial, dan spiritual bagi pasien dan keluarganya.
Keberhasilan perawatan paliatif tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan, namun juga oleh kerja keluarga. Keluarga sebagai unit perawatan (family-centered care) menentukan terpenuhinya kebutuhan pasien selama masa pengobatan. Ketidakpatuhan keluarga terhadap pengobatan dapat menyebabkan masalah kesehatan lain pada anak penderita kanker (Duloxaribou dan Manorong, 2015).
Penelitian Wahyuni dan Sarwinanti (2016) menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh terhadap kemampuan orang tua dalam merawat anak penderita kanker. Dukungan keluarga mendorong penerimaan terhadap keadaan anak. Keluarga yang membantu perawatan paliatif pada anak penderita kanker akan membuat anak tidak merasa sendirian.
Hari Kanker Sedunia adalah kesempatan yang baik untuk mempromosikan pentingnya perawatan paliatif. Masyarakat perlu memahami bahwa perawatan paliatif bukan hanya untuk pasien kanker yang berada di akhir hayat, tetapi juga untuk mereka yang menjalani perawatan aktif. Kesadaran ini dapat meningkatkan akses pasien ke perawatan yang mereka butuhkan dan memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dalam perjalanan mereka.
Baca Juga: Tragisnya Kematian Liam Payne, Mantan Personel One Direction RIPLiamPayne
Pendidikan publik tentang perawatan paliatif juga sangat penting. Kampanye kesadaran dapat dilakukan melalui seminar, penyuluhan, dan program komunitas untuk mendidik masyarakat tentang manfaat perawatan paliatif. Keluarga pasien juga perlu diberikan informasi tentang opsi perawatan yang tersedia sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat.
Perawatan paliatif memainkan peran yang sangat penting dalam perawatan pasien kanker. Dengan mengatasi gejala fisik dan menyediakan dukungan emosional serta spiritual, perawatan paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka. Dalam konteks Hari Kanker Sedunia, kita diingatkan akan pentingnya perawatan ini dan perlunya meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat.
Dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap perawatan paliatif, kita dapat memberikan harapan di tengah kesakitan dan membantu pasien kanker menjalani hidup dengan lebih bermakna. Kanker adalah perjalanan yang penuh tantangan, tetapi dengan dukungan yang tepat, tidak ada yang perlu menghadapi perjalanan ini sendirian.
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember
DAFTAR PUSTAKA
Ariyanti, K. Y., Afiyanti, Y., & Maria, R. 2024. Pengaruh Perawatan Paliatif terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara. Journal of Telenursing (JOTING), 6(1), 613-621.
Doloksaribu, T. M., & Manurung, R. D. 2015. Faktor-Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Orangtua Yang Mempunyai Anak Dengan Leukemia Dalam Menjalani Terapi Kemoterapi Di Rb4 Rsup H.A. Malik Medan Tahun 2014. Jurnal Ilmiah PANNMED, 9(1), 4.
Fatmiwiryastini, N. P. S., Utami, K. C., & Swedarma, K. E. 2021. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kemampuan Melakukan Perawatan Paliatif Anak Kanker Di Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali. Community of Publishing in Nursing, 9(4), 428.
Firmana, D., & Anina, H. N. 2024. Perawatan paliatif pada pasien kanker. Penerbit Salemba.
Hurai, R., Laksono, R. D., Rokhmiati, E., Febriana, D., Fitriyanti, D., Natalia, S., & Widhawati, R. 2024. Buku Ajar Keperawatan Paliatif. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Keperawatan Paliatif. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 812/MENKES/SK/VII/2007.Kebijakan Perawatan Paliatif. 19 Juli 2007. Jakarta
Pairan, P., & Andiana, M. S. 2021. Peran Pekerja Sosial dalam Pelayanan Paliatif: Studi Kasus di Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pekerjaan Sosial, 20(1), 98-110.
Rahman, A., Gayatri, D., & Waluyo, A. 2023. Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker. Journal of Telenursing (JOTING), 5(1), 1139–1149. https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.5770
Retnaningsih, D., Khoirunnisa, V. A., & Rohana, N. 2022. Dukungan Keluarga terhadap Perawatan Palliative pada Pasien Ca Mamae. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 49–64. https://doi.org/10.34035/jk.v13i1.809
Sunarti, S., Sarumaha, P., Veronica, P., Jelita, E., & Welga, C. 2022. Melakukan Pemberdayaan Perawatan Paliatif pada Pasien Kanker di Kelurahan Sei Agul. Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima, 4(2).
Wahyuni, A. T., & Sarwinanti. 2016. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Mengikuti Kemoterapi Pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Dr.Moewardi Surakarta. Diakses dari http://digilib.unisayogya.ac.id/1960/1/NASKAH%20PUBLIKASI%20ADNINGTYAS%20TRIE%20WAHYUNI.pdf
World Health Organization. 2016. Palliative care. Geneva: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/palliative-care
World Health Organization. 2019. Cancer. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
Editor : Dwi Siswanto