TANGGAL 22 Desember merupakan hari dirayakannya seluruh ibu di dunia. Hari Ibu menjadi salah satu bentuk apresiasi tentang peran Ibu terhadap keluarganya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa Ibu memiliki peran yang sangat penting bagi keluarga. Menjadi seorang Ibu merupakan tugas yang tidak mudah.
Maka, tak jarang pada tanggal 22 Desember ini orang-orang berlomba-lomba untuk merayakan Hari Ibu. Generasi Z turut serta untuk merayakan Hari Ibu, Gen-Z merupakan sebutan bagi seseorang yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga tahun 2012. Generasi ini terkenal dengan emosionalnya yang sering berlebihan.
Ada beragam cara untuk Gen Z mengekspresikan rasa sayang pada Ibu, di antaranya pertama mengucapkan di Media Sosial. Gen-Z juga terkenal dengan rasa gengsinya yang tinggi. Pada Hari Ibu, mereka cenderung untuk mengucapkan di akun media sosial pribadi dengan menyebut akun Ibunya. Terkadang mereka juga menambahkan lagu yang digunakan untuk meromantisasi unggahan mereka.
Salah satu contoh lagu yang sering digunakan adalah Bertaut oleh Nadin Amizah. Lagu ini memang sangat cocok dengan Hari Ibu karena liriknya yang menceritakan tentang hubungan seorang Ibu bahwa dirinya merupakan sosok cerminan dari Ibunya. Bagaimana keras kepala seorang Ibu yang juga dimiliki anaknya. Bagaimana seorang Ibu marah dan itu juga mencerminkan cara anaknya marah. Dan, bagaimana seorang Ibu memasang badan ketika anaknya sedang dalam kesulitan.
Kedua, memberi fresh flower atau hadiah lainnya. Gen-Z tidak lepas dengan estetika dalam memaknai suatu hal. Memberi fresh flower merupakan terobosan yang mereka pilih untuk mengapresiasi seorang Ibu.
Ada beberapa spesifikasi bunga yang sering digunakan karena memiliki makna yang sangat mewakili perasaan seorang anak terhadap ibunya. Salah satu bunga yang sering ditemui adalah bunga mawar. Karena makna dari bunga mawar yang sangat dalam. Bunga mawar memiliki makna cinta dan ketulusan seseorang.
Di dalam bingkisan bunganya biasanya akan ditambahkan kartu ucapan kecil yang memperindah tampilan bunga. Selain memberikan fresh flower, Gen-Z juga sering memberikan hadiah yang menurutnya estetis dan bermakna. Jika diperhatikan, Gen-Z lebih suka memberikan hadiah kecil yang menurut mereka ada usaha dalam membuatnya.
Memberi album foto yang berisi tentang perjalanan Ibu dalam merawat dan mengurus anaknya. Hadiah kecil seperti itu yang menurut Gen-Z bisa lebih bermakna dan menyentuh hati Ibunya.
Ketiga, quality time dengan pergi ke coffee shop. Gen-Z sudah mengetahui tentang berbagai macam bahasa cinta atau yang biasa disebut dengan love language. Salah satu contohnya yaitu quality time. Menghabiskan waktu bersama Ibu menjadi hal yang sangat berkesan di hari yang spesial. Pergi ke coffee shop yang tempatnya unik dan sedang ngetren bisa menjadi salah satu opsi untuk merayakan Hari Ibu.
Mengubah mindset bahwa pergi ke coffee shop tidak harus dengan teman, pergi dengan Ibu juga merupakan terobosan baru untuk menguatkan hubungan komunikasi dan menjalin rasa kasih sayang. Biasanya, Gen-Z akan cenderung memesan makanan yang manis di coffee shop pilihan. Menurut Gen-z, makanan manis bisa dipilih untuk mengungkapkan rasa sayang kepada seseorang.
Makanan manis yang paling umum dan gampang ditemui di mana saja adalah kue. Kue yang simple juga merupakan salah satu ciri khas Gen-Z karena mereka juga terkenal dengan generasi yang tidak mau ribet. Salah satunya yaitu bento cake. Bento cake ini merupakan kue kecil yang simpel tetapi pada umumnya selalu dihias hingga membuat orang tertarik.
Keempat, memberikan kupon perawatan diri Generasi Z terkenal dengan generasi yang memiliki rasa tidak ingin sama atau keunikan yang tinggi, dan cenderung memberi hal-hal kecil yang ada manfaatnya. Ada kata-kata yang mewakili Gen Z pada hal ini, yaitu “small things matter”.
Memberi kupon atau voucer pada Hari Ibu rasanya akan sangat menggambarkan hal yang dijelaskan tersebut. Memberikan kupon untuk perawatan diri sudah menggambarkan rasa peduli kita terhadap ibu. Banyak macam kupon perawatan diri, bisa dimulai dari perawatan wajah seperti facial wajah, mengurangi kerutan pada wajah, laser wajah, dan lainnya.
Selain itu, ada perawatan rambut, bisa kupon untuk styling rambut, cream bath rambut, atau bahkan pijat kepala di salon. Dan terobosan terakhir yaitu kupon pijat gratis. Sudah bisa kita ketahui bersama bahwa seorang Ibu tentunya disibukkan dengan pekerjaan rumah. Belum
lagi jika seorang wanita karir, maka tugas atau kesibukannya juga akan bertambah. Maka pijat gratis bisa menjadi salah satu hadiah yang bisa dipertimbangkan, karena seorang Ibu dengan kesibukannya pasti membutuhkan refreshing bahkan sesederhana merawat diri.
Generasi Z merupakan generasi yang memaknai bagaimana ia menunjukkan rasa kasih sayangnya dengan hal-hal yang mereka suka. Hal ini selalu berhubungan dengan kata romantis yang ada di kepalanya. Merupakan hal baru ketika melihat yang ada di pikiran Gen Z bahwa mereka cenderung suka untuk memberikan hal-hal kecil.
Mulai dari bunga, kue, album, hingga kupon perawatan. Ada perbedaan jika dibandingkan dengan bagaimana seseorang memikirkan kado yang berwujud besar pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti, memberi boneka beruang besar untuk Ibu, atau bahkan memberi tas dan baju yang dibungkus dengan ukuran cenderung besar. Bagaimana, sangat simple bukan cara Gen Z untuk meromantisasi Hari Ibu? Cara-cara ini bisa kalian gunakan kalau kalian tidak ingin ribet tetapi tetap bermakna, loh!
*) Penulis adalah pelajar SMAN 1 Lumajang.
Editor : Halo Jember