HARI itu aku merasa lelah sekali. Banyak tugas dan agenda yang menumpuk seharian ini. Kubaringkan badanku di kasur dan kubuka aplikasi YouTube di ponselku. Suara Lana Del Rey mengalun pelan memenuhi ruangan.
Lana Del Rey tumbuh dengan nama Elizabeth Woolridge Grant. Seorang penyanyi perempuan Amerika dengan gaya musik melankolis, introspektif, dan atmosferik. Melodi dalam lagu-lagunya sering kali menggabungkan unsur-unsur klasik dengan nuansa modern, menciptakan atmosfer yang kuat sehingga dapat memengaruhi pendengarnya secara emosional. Yang menarik adalah bagaimana melodi lagu dari Lana Del Rey ini memengaruhi gelombang otak pendengarnya.
Gelombang otak adalah ritme elektrik yang dihasilkan oleh aktivitas neuron yang terhubung di otak. Gelombang otak ini dapat diukur dengan alat yang disebut elektroensefalograf (EEG). EEG berfungsi untuk memantau frekuensi dan amplitudo gelombang listrik di otak serta membantu dalam mendiagnosis dan pemantauan berbagai kondisi otak dan saraf. Gelombang otak dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan frekuensinya. Masing-masing memiliki dampak yang berbeda bagi kesehatan mental dan tingkat emosional seseorang.
Gelombang otak dibagi menjadi lima utama, yaitu Delta, Tetha, Alpha, Beta, dan Gamma. Gelombang Delta adalah gelombang dengan frekuensi 0,5–4 Hz. Gelombang ini biasanya muncul ketika manusia tidur nyenyak tanpa bermimpi. Gelombang Tetha adalah gelombang dengan frekuensi 4–8 Hz. Biasanya muncul ketika manusia sedang terkait dengan kegiatan relaksasi dalam, meditasi, dan kreativitas. Gelombang Alpha adalah gelombang dengan frekuensi 8–13 Hz.
Gelombang ini dikenal dengan gelombang otak yang terhubung dengan keadaan relaksasi ringan, tetapi, masih terjaga. Gelombang Beta adalah gelombang dengan frekuensi 13–30 Hz. Gelombang otak ini terkait dengan keadaan terjaga dan aktivitas mental yang tinggi, fokus contohnya. Yang terakhir ada gelombang Gamma. Gelombang ini memiliki frekuensi 30–100 Hz. Gelombang ini muncul ketika terjadi pemrosesan informasi yang sangat tinggi dan konsentrasi yang intens.
Melodi musik dapat memengaruhi gelombang otak dengan cara tertentu, bergantung pada frekuensi dan struktur musik yang digunakan pada lagu. Musik dengan ritme tertentu dapat merangsang atau mengurungi aktivitas gelombang otak. Hal ini menghasilkan efek yang beragam bagi kondisi mental pendengarnya.
Lana Del Rey dikenal sebagai musisi yang kerap mengangkat tema nostalgia, cinta yang tak terbalas, kesepian, dan perasaan kehilangan. Melodi dari lagu-lagu populernya seperti Radio, Summertime Sadness, dan Born To Die memadukan elemen musik pop, indie, rock, dan baroque dengan penggunaan instrument yang sering kali lembut dan atmosferik.
Adanya orkestra dan piano yang dipadukan dengan suara Lana yang lembut menciptakan suasana-suasana yang mendalam dan penuh perasaan. Tak jarang orang yang mendengarkan lagu-lagu dari Lana Del Rey hingga menitikkan air mata.
Musik seperti ini cenderung memengaruhi gelombang otak dengan cara yang lebih rileks dan introspektif. Lagu-lagu dengan tempo lambat dan melodi mengalun seringkali mengaktifkan gelombang Alpha dan Tetha.
Gelombang-gelombang itu lah yang berkaitan dengan relaksasi, perenungan, dan kreativitas. Ketika seseorang mendengarkan musik dari Lana Del Rey, gelombang otak mereka mungkin akan beralih menjadi gelombang Alpha dan Tetha, yang dapat membantu mereka merasa lebih tenang dan terkoneksi dengan perasaan pribadi mereka.
Lagu-lagu Lana Del Rey seringkali membangkitkan perasaan melankolis, namun juga memberikan rasa ketenangan dan penerimaan. Hal ini dapat memiliki dampak yang mendalam pada kondisi mental dan emosional pendengarnya. Melodi yang lebih lambat dan melankolis dapat meningkatkan aktivitas gelombang Alpha pada otak.
Banyak orang yang mengaku bahwa mendengarkan lagu-lagu dari Lana Del Rey dapat membuat rileks, membantu mereka merasa lebih santai, mengurangi kecemasan, bahkan membantu mereka untuk lebih cepat tidur. Musik dengan tempo lambat dan suara yang halus seperti “Chemtrails Over The Country Club”, menciptakan suasana yang mendalam dan reflektif, membantu otak untuk beralih dari gelombang Beta menuju gelombang Alpha, sehingga jenis musik yang seperti ini cocok untuk sesi meditasi atau yoga.
Gelombang Tetha, yang terkait dengan keadaan mediatif dan imajinatif, dapat dipicu oleh melodi dan harmoni yang lebih kompleks. Lagu-lagu Lana Del Rey dengan kualitas suara yang lebih dreamy dan melodi yang cenderung tidak biasa, berpotensi merangsang gelombang Tetha pada otak.
Keadaan ini dapat mendorong pendengarnya merasa lebih terhubung dengan ide-ide dan perasaan mereka. Para musisi, seniman, dan penulis dapat menggunakan musiknya untuk merangsang reaktivitas memalui aktivitas gelombang Tetha yang meningkat.
Melodi menenangkan yang dan lirik penuh makna yang hadir dalam lagu-lagu Lana Del Rey sering kali memungkinkan pendengarnya untuk merenungkan tentang kehidupan mereka sendiri, hubungan mereka, dan perasaan mereka. Lagu-lagu seperti Born To Die, Video Games, atau Ride mengajak para pendengarnya untuk menghadapi perasaan-perasaan rumit, seperti kerinduan dan kesepian yang dapat memunculkan perasaan menerima keadaan dan diri yang lebih dalam.
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa musik dapat memengaruhi kadar hormon yang terkandung dalam tubuh, seperti hormon kortisol (hormon stress) dan hormon serotonin (hormon ketenangan). Musik yang menenangkan, seperti yang sering ditemukan dalam karya-karya Lana Del Rey, dapat mengurangi kadar kortisol, menurunkan tingkat kecemasan, bahkan meningkatkan rasa bahagia. Gelombang Alpha yang dipicu oleh melodi yang tenang membantu mengatur suasana hati pendengar dan menciptakan keseimbangan emosional.
Peningkatan minat terhadap musik dan terapi otak telah mendorong penelitian tentang bagaimana musik dapat digunakan dalam konteks medis dan psikologis. Musik dengan frekuensi tertentu diketahui dapat membantu dalam pengelolaan kondisi mental tertentu, seperti kecemasan, stres, dan depresi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik dengan melodi yang menenangkan dapat merangsang gelombang Alpha dan Tetha. Mengingat atmosfer emosional dan melodi dari lagu-lagu Lana Del Rey, kemungkinan besar musiknya mempunyai efek terapeutik bagi otak pendengarnya. Melodi itulah yang membantu mereka mengatasi tekanan emosional dan mental.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melodi dari Lana Del Rey dengan karakteristik yang melankolis, atmosferik, dan reflektif dapat memengaruhi gelombang otak pendengarnya dengan cara yang mendalam. Gelombang Alpha dan Tetha yang dipicu oleh musiknya dapat membantu relaksasi, refleksi diri, dan peningkatan kreativitas.
Efek musik ini, yang menyentuh perasaan pribadi dan mengajak pendengarnya untuk merenung, memberikan dampak positif bagi kondisi mental dan emosional mereka, menurunkan stres, meningkatkan mood, bahkan berfungsi sebagai bentuk terapi otak alami. Dengan demikian, lagu-lagu Lana Del Rey tidak hanya menyentuh aspek estetika musik, tetapi juga memiliki potensi untuk membawa pendengarnya ke dalam keadaan mental yang lebih damai dan introspektif.
*) Penulis adalah mahasiswi Teknik Biomedis Universitas Airlangga.
Editor : Halo Jember