KUNJUNGAN Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan ke Indonesia menjadi momentum penting bagi hubungan diplomasi antara Turki dengan Indonesia. Pasalnya, sudah lama Erdogan tidak berkunjung ke Indonesia sejak 2022.
Kunjungan Erdogan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja ke tiga negara, yakni Malaysia, Indonesia, dan Pakistan. Beberapa kerja sama menjadi poin penting yang dibahas oleh Erdogan dan Presiden RI Prabowo Subianto. Termasuk bidang pertahanan, ekonomi, perdagangan, pendidikan, keagamaan, dan sektor lain yang dapat ditingkatkan antara kedua negara.
Saat kedatangan Erdogan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada Selasa, 11 Februari 2025 kemarin, Presiden Prabowo juga sangat antusias menyambut kedatangannya. Bahkan, di tengah hujan mengguyur, ia menyambut hangat kedatangan presiden Erdogan dan istrinya, Emine Erdogan.
Tentu hal ini menjadi bagian dari penyambutan penting bagi negara-negara yang amat dekat dengan Indonesia. Apalagi Turki telah menjadi salah satu negara yang sudah lama menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia sejak tahun 1950. Kondisi yang harmonis antara kedua kepala negara juga semakin mempererat hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin.
Tentu kedatangan Erdogan ke Indonesia pada tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Turki sebagai negara yang memiliki kapasitas dan hubungan yang baik dengan Indonesia. Apalagi tahun ini sebagai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Turki dan Indonesia.
Selain itu, ada banyak hal dan kerja sama yang mampu ditingkatkan di berbagai sektor. Dalam hal ini, antara Turki dan Indonesia juga membahas berbagai kerja sama strategis, termasuk kerja sama terkait pengembangan persenjataan, jet tempur, kapal, dan berbagai kerja sama lainnya. Hal tersebut akan semakin meningkatkan hubungan dan kerja sama Turki dan Indonesia yang selama ini telah berlangsung.
Kedekatan Erdogan dengan Indonesia
Sejak lama hubungan Turki-Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Apalagi kedekatan dari sisi keagamaan, di mana Turki dan Indonesia juga memiliki kesamaan masyarakatnya yang mayoritas Muslim. Kerja sama-kerja sama yang dijalin pun berjalan baik dan terus meningkat.
Bahkan, sebagian masyarakat Muslim di Indonesia juga mengidolakan sosok Erdogan sebagai tokoh pemimpin Muslim di dunia internasional. Erdogan dianggap sebagai tokoh yang memperjuangkan dan pro atas kelompok Muslim di berbagai negara, termasuk menyangkut konflik Israel-Palestina, konflik Suriah, dan berbagai konflik lainnya.
Sementara itu, kedekatan Erdogan dengan Indonesia juga tampak dari beberapa kunjungannya ke Indonesia. Setiap Erdogan berkunjung ke Indonesia, ia selalu tampak antusias dan berupaya memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Dalam bidang pendidikan misalnya, banyak mahasiswa yang melanjutkan studinya ke beberapa kampus di Turki. Bahkan jumlahnya saat ini mencapai sekitar delapan ribu orang. Ini artinya potensi pendidikan menjadi hal prioritas ke depan bagi kedua negara untuk terus meningkatkannya.
Profesor Nasaruddin Umar, Menteri Agama Indonesia, juga berpendapat bahwa kunjungan Erdogan ke Indonesia sebagai momen penting untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan keislaman.
Semakin banyaknya mahasiswa Indonesia studi ke Turki juga bakal berdampak pada penguatan hubungan dan kerja sama antara kedua negara. Untuk itu, potensi ini sudah sepantasnya dapat terus ditingkatkan untuk semakin mempererat kedekatan antara Turki dan Indonesia.
Potensi keagamaan juga dapat ditingkatkan antara Turki-Indonesia, di mana kedua negara juga sama-sama menggaungkan Islam moderat. Tentu hal ini mampu menjadi faktor penting untuk mendekatkan hubungan Turki dan Indonesia, serta mempromosikan Islam yang rahmatan lil alamin di dunia internasional.
Selain itu, Prabowo dan Erdogan juga memiliki kedekatan hubungan. Sejak Prabowo menjadi menteri pertahanan hingga saat ini menjadi presiden, kedekatan keduanya tetap terjalin harmonis.
Persoalan Konflik Israel-Palestina
Kunjungan Erdogan ke Indonesia juga membahas persoalan penting, di antaranya yakni persoalan konflik Israel-Palestina. Topik ini penting dibahas karena keberpihakan Indonesia dengan Palestina atas konflik yang terjadi antara Israel-Palestina. Konflik tersebut juga menelan banyak korban dan hingga saat ini konflik tersebut terus berkecamuk.
Selain itu, saat KTT D-8 di Kairo pada Desember tahun 2024, Presiden Prabowo juga menekankan pada keberpihakan pada umat Muslim yang tengah mengalami konflik, seperti halnya yang terjadi di Suriah, Lebanon, dan Palestina.
Memang konflik di negara-negara Timur Tengah masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Hal ini dikarenakan karena kompleksitas persoalan di dalamnya. Untuk itu, momentum kunjungan Erdogan ke Indonesia dapat dijadikan ajang untuk saling diskusi untuk membahas persoalan konflik Israel-Palestina dan persoalan di Dunia Islam yang masih belum selesai. Apalagi Erdogan juga memegang peranan penting di kawasan Timur Tengah dalam merespon dan menyikapi persoalan yang tengah dihadapi.
Selain itu, Indonesia juga memiliki peran penting dalam beberapa persoalan konflik di dunia internasional. Pemerintah Indonesia juga seringkali terlibat dalam memediasi negara-negara yang bertikai. Menyikapi hal tersebut, Indonesia sudah memiliki track record dalam mengatasi berbagai konflik internasional. Ke depan, kolaborasi dan kontribusi antara Turki-Indonesia dalam memediasi dalam persoalan konflik di Timur Tengah, terutama konflik Israel-Palestina sangat dinantikan.
Apalagi Presiden Prabowo juga dalam pidato kenegaraannya menyampaikan bahwa Palestina harus merdeka dan Indonesia tetap teguh pada pendirian menawarkan penyelesaian atas konflik Israel-Palestina, yakni solusi dua negara. Untuk itu, penguatan hubungan antara Turki dan Indonesia, serta negara-negara muslim juga harus saling menyamakan persepsi dan bersatu dalam persoalan konflik Israel-Palestina. (*)
*) Penulis adalah Founder Jagad Lokatara dan Pengamat Politik Timur Tengah.
Editor : Halo Jember