Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenang Gus Dur, Inspirasi untuk Mahasiswa sebagai Generasi Muda, Opini oleh Nur Elisa Agustiana

Sidkin • Jumat, 16 Mei 2025 | 16:00 WIB

 

Nur Elisa Agustiana, penulis adalah mahasiswi Prodi PAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi
Nur Elisa Agustiana, penulis adalah mahasiswi Prodi PAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi
 

GENERASI muda, khususnya mahasiswa, saat ini memegang peran penting dalam perkembangan sosial, ekonomi, hingga politik suatu negara. Mahasiswa adalah agen besar perubahan yang memiliki potensi besar memengaruhi masa depan. Juga sering kali menjadi pelopor dalam gerakan sosial dan politik.

Sejatinya, dalam dirinya memiliki kemampuan menganalisis isu-isu yang terjadi di masyarakat dan berani menyuarakan pendapat mereka. Kesadaran ini sering dipicu oleh pendidikan yang mereka terima. Ini mendorong mereka berpikir kritis dan berpartisipasi aktif dalam perubahan.

Generasi muda juga dikenal dengan semangat inovasi dan kreativitas, mereka sering kali menciptakan solusi baru untuk masalah yang ada baik teknologi, seni, maupun wirausaha.

Mahasiswa dengan akses ke berbagai sumber daya dan jaringan dapat mengembangkan ide-ide yang dapat mengubah cara kita hidup dan bekerja. Mahasiswa yang terhubung dengan rekan-rekan dari berbagai belahan dunia, berbagai ide, dan belajar dari pengalaman orang lain bisa membantu mereka memahami isu-isu global yang memengaruhi masyarakat.

Mahasiswa juga mempunyai tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Seperti tekanan akademis, ketidakpastian ekonomi, dan isu kesehatan mental yang semakin meningkat akhir-akhir ini.

Mereka sering kali merasa asing (tersisih) dari pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah setempat dalam keputusan tertulis yang disepakati. Kita bisa melihat peristiwa demo mahasiswa di Indonesia pada tahun 2025 yang dikenal dengan “Indonesia Gelap”.

Ini merupakan serangkaian aksi protes yang dilakukan mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka menuntut perubahan kebijakan pemerintah, terutama terkait potongan anggaran pendidikan dan isu-isu sosial lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi yang mereka anggap merugikan.

Demo ‘Indonesia Gelap’ yang telah berlangsung beberapa bulan lalu adalah cerminan semangat generasi muda dalam memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat. Aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli terhadap pendidikan mereka, tetapi juga terhadap kondisi sosial dan politik di negara mereka.

Mahasiswa juga harus bisa menyadari pentingnya keberlanjutan dari tanggung jawab sosial. Banyak dari mereka terlibat dalam gerakan lingkungan positif dan inisiatif sosial yang bertujuan menciptakan dunia yang lebih baik.

Kesadaran ini juga menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya peduli pada diri sendiri. Mahasiswa juga ingin mendapatkan dukungan dan ruang untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan agar potensi mereka dapat terwujud maksimal.

Dengan serangkaian peristiwa yang terjadi sebetulnya sudah banyak termaktub pada wejangan Gus Dur yang mendalam bagi generasi muda. Gus Dur mendorong untuk menjadi agen perubahan yang betul-betul menghargai pluralisme (paham kemajemukan), pendidikan, dan demokrasi.

Bagi mahasiswa, Gus Dur adalah Bapak Perdamaian, hingga kisahnya menerima medali keberanian di Israel. Gus Dur menginspirasi bagaimana mahasiswa bisa berpartisipasi aktif di tengah masyarakat.

Gus Dur dalam suatu pertemuannya pernah menyampaikan “Kau yang menjadi penyebab semua ini, mengapa? Karena engkau membuat reformasi (gerakan) yang tidak reformatif. Reformatif (upaya melakukan perubahan yang positif dan konstruktif dalam berbagai bidang). Mana reformasinya, berhenti di tengah jalan dicuri orang”.

Ini adalah bentuk semangat panutan mahasiswa dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan manusia.

Banyak kontribusi positif Gus Dur untuk generasi muda tentang toleransi dan keadilan. Hal yang menjadi tantangan sebetulnya adalah bagaimana generasi muda menafsirkan dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam konteks modern.

Gus Dur selalu menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk membangun karakter dan pemahaman yang lebih baik tentang pluralisme. Generasi ini bisa saja mengadakan sesuatu yang memunculkan atau mengumpulkan banyak orang di sebuah forum diskusi untuk meningkatkan pemahaman di kalangannya dan juga masyarakat. Gus Dur juga dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak semua kelompok, termasuk minoritas.

Gus Dur adalah sosok yang sangat mulia meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk meneruskan memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh Gus Dur.

Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks kita perlu mengedepankan sikap terbuka, menghargai perbedaan, dan berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang inklusif.

Melalui pendidikan, aktivisme, dan berdialog pasti generasi muda dapat berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita Gus Dur. Dengan memanfaatkan teknologi kita dapat menyebarkan pesan-pesan positif dan membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan keadilan.

Mengenang Gus Dur bukan sekadar mengenang sosoknya. Tetapi, harus menghidupkan nilai-nilai yang ia perjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dengan semangat dan dedikasi, menyadari pentingnya kebaikan, menjadi teladan, mengembangkan empati, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, menggunakan media dengan bijak, merefleksi diri, hingga bergabung dengan komunitas positif, generasi muda dapat menjadi peran perubahan yang bisa membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Mengenal Bulu Perindu, Mitos, Ciri dan Manfaatnya

Sesuai dengan visi Gus Dur sebagai pemimpin yang mengedepankan kemanusiaan dan persatuan. Dengan mengikuti nasihat ini generasi muda semoga bisa kembali menyadari pentingnya kebaikan dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (*)

 

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi PAUD Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

Editor : Sidkin
#opini #generasi muda #mahasiswa #gus dur #gus dur bapak pluralisme