Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Merdeka Gurunya, Bahagia Siswanya, Opini oleh Sujarwati

Sidkin • Senin, 16 Juni 2025 | 16:00 WIB

Sujarwati
Sujarwati
PENDIDIKAN memiliki peranan sangat penting. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, dan perbuatan mendidik.

Pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa tak bisa dipisahkan dan tak dapat diabaikan begitu saja. Pendidikan perlu dicari, dipelajari dan diikuti hingga para pejuang pendidikan terpenuhi kebutuhannya sesuai yang diharapkan.

Hal ini tampak bahwa pendidikan merupakan bagian terpenting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia. Diibaratkan separuh jiwa manusia adalah berupa pendidikan.

Tanpa pendidikan, manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Tanpa pendidikan, manusia akan sengsara dan binasa.

Nah, sebagai pelaku pendidikan, hendaknya tahu dan mau berusaha bekerja sama dan bertanggung jawab. Serta bahu-membahu menyatukan visi dan misi demi kemajuan bangsa dan negara. Sebab, maju mundurnya negara tak terlepas dari pendidikan.

Dalam dunia pendidikan, sosok yang memiliki peran sebagai subjek maupun objek tak lain adalah guru dan siswa.

Guru merupakan tenaga pendidik yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal. Sedangkan siswa merupakan anggota masyarakat yang mengembangkan potensinya melalui proses pembelajaran di jalur pendidikan tertentu.

Keduanya perlu kekompakkan, kepercayaan mengemban sebagai sosok yang diidamkan mencapai tujuan yang diharapkan dalam pendidikan.

Guru, anggaplah sebagai publik figur dalam dunia pendidikan. Guru merupakan orang yang harus bertanggung jawab terhadap keberhasilan dalam pendidikan. Guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, memfasilitasi, motivator, dan sebagainya.

Pendidik yang dapat memberi kebebasan dan kemerdekaan bagi siswanya untuk memberi kenyamanan sekaligus kebahagiaan siswanya. Guru berhasil dalam pembelajaran, siswa yang memperoleh kebahagiaan.

Ini dapat diartikan guru merdeka, siswa tentu akan bahagia. Perolehan yang luar biasa ini membuat keduanya memekikkan kata “merdeka” dan “bahagia”.

Di balik itu, tentu sangat berat. Tetapi karena amanah yang wajib diemban dan dilaksanakan, guru harus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran.

Dengan langkah tegap harus mampu berkreasi dengan penuh inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.

Inovasi dapat berupa penggunaan media pembelajaran yang kreatif, metode pengajaran yang bervariasi, atau penggunaan teknologi canggih dalam pembelajaran. Sehingga mampu menyenangkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Guru bukan sebagai pusat belajar, tetapi guru sebagai pendamping siswa dalam proses pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator dalam pembelajaran, tetapi guru harus mampu meramu dan mengemas semua ilmu yang dimiliki diiringi dengan kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menuju zaman serbacanggih ini.

Kreativitas sangat perlu dimiliki oleh guru. Di era yang canggih dengan banyaknya berbagai media sosial, mengajak guru untuk melek teknologi.

Guru harus berperang dan mau tidak mau harus dapat mewujudkan iptek di depan mata. Berbagai metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar harus dikuasai guru.

Tujuannya agar guru mampu memberikan kenyamanan terbaik siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Jika tidak, hancur leburlah guru sebagai pemegang peranan dalam pendidikan.

Siswa sebagai terdidik, harus mendukung dan ikut aktif dan komunikatif dalam pembelajaran sehingga ada keseimbangan antara keduanya.

Kolaborasi guru dan siswa sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Siswa harus mampu merespons, menerima transfer ilmu dari guru dengan sungguh-sungguh sehingga bisa berjalan bersama untuk memperoleh tujuan yang diharapkan.

Mari belajar dengan pasti dan berprestasi. Tanpa ada keikhlasan dan kesungguh-sungguhan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan terdidik, tak akan mendapatkan hasil yang cemerlang dan gemilang.

Sebaliknya, jika dijalankan dengan hati yang ikhlas dan kesabaran yang tinggi, buah tidak akan ke mana. Prestasi menyelimuti diri tanpa basa-basi untuk negeri dan bangsa ini.

Bangsa ini perlu peran pendidikan yang berdedikasi untuk menjalankan tugas dengan kepedulian.

Prestasi menjadi impian negeri bersama kolega pendidikan, sehingga dapat tercipta suasana yang bernilai tinggi dan mau berpikir kritis dalam menghadapi segala tantangan zaman.

Alhasil, pendidikan dapat terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pembangunan tanpa diringi dengan pendidikan yang berarti, pupus harapan yang dinanti. (*)

 

*) Penulis adalah Guru Bahasa Indonesia MTsN 7 Jember.

Editor : Sidkin
#siswa #opini #Guru merdeka #guru #pendidikan