Sejak dekade tahun 1960-an hingga tahun 1970-an tepung merupakan salah satu bahan pangan utama. Jenis olahan berbahan dasar tepung juga terus mengalami perkembangan dan menjadi tren makanan hingga saat ini.
Peningkatan konsumsi makanan berbahan dasar tepung telah menjadi tren gaya hidup di semua kalangan termasuk generasi muda saat ini.
Hal ini menyebabkan merebaknya usaha kuliner yang menggunakan bahan dasar tepung seperti aneka mie pedas dengan berbagai level, cake dengan berbagai toping, kue tradisional, aneka krupuk dan kripik pedas serta snack dengan berbagai rasa. Hal ini menyebabkan permintaan tepung semakin meningkat.
Salah satu jajanan berbahan dasar tepung yang juga menjadi tren saat ini adalah ‘tahu kocek’. Tahu kocek yang memiliki arti tahu dikucek atau e kocek diambil dari bahasa Madura yang berarti tahu yang di kucek.
Jajanan viral ini adalah makanan berbahan dasar tepung terigu dan tepung kanji yang diolah bersama tahu dengan tambahan bumbu. Tahu kocek dengan aroma sambal dan penyedapnya membuat tahu kocek memiliki cita rasa yang semakin gurih. Variasi tahu kocek pun berkembang dengan ditambahkanya sayuran seperti kubis yang di campurkan dan di kucek bersama dengan cabe.
Ditambah teksturnya yang empuk menjadikannya sebagai makanan favorit di semua kalangan. Lebih lanjut harganya yang ramah di kantong pun membuat konsumen semakin ketagihan. Hal inilah yang menjadikan tahu kocek sebagai makanan yang kerap diincar oleh pecinta jajanan masa kini. Tidak hanya sebatas rasa dan tekstur, tahu kocek merupakan ide jajanan yang menyajikan budaya dengan kearifan local khususnya di Jawa Timur. Makanan yang berawal dari tahu aci ini akhirnya berkembang menjadi makanan viral yang kerap dikonsumsi dan menjadi daya Tarik anak-anak hingga dewasa.
Namun kenikmatan tahu kocek yang selalu membuat ketagihan ini juga memiliki manfaat dan efek samping. Salah satunya yang berhubungan dengan Kesehatan tubuh. Selain dampak yang ditimbulkan dari bahan tepung terigu dan tepung kanji itu sendiri, cara olahan tahu kocek yang digoreng juga dapat menimbulkan efek pada tubuh jika dikonsumsi setiap hari.
Bahan tahu kocek yaitu epung terigu dibuat dari biji gandum Triticum aestivum L. (club wheat) dan atau Triticum compactum Host atau campuran keduanya dengan penambahan Fe, Zn, vitamin B1, vitamin B2 dan asam folat sebagai fortifikan.
Komponen utama yang terkandung di dalam tepung terigu seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A. bahan lainya dari tahu kocek adalah tepung kanji atau tepung tapioka yang terbuat dari hasil penggilingan ubi kayu yang dibuang ampasnya.
Ubi kayu tergolong polisakarida yang mengandung pati dengan kandungan amilopektin yang tinggi tetapi lebih rendah daripada ketan. Baik tepung terigu dan tepung kanji (tapioca), keduanya memiliki manfaat sebagai sumber energi tubuh.
Hal ini juga dibantu oleh fortifikasi tepung terigu yang bertujuan untuk menambahkan satu atau lebih zat gizi ke pangan yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat konsumsi dari zat gizi.
Namun tahu kocek yang berbahan dari tepung terigu dan tepung kanji tadi dapat memunculkan kondisi kesehatan yang serius jika dikonsumsi berlebihan. Efek samping yang pertama adalah terjadinya penumpukan lemak dan peningkatan berat badan. Kelebihan berat badan antara lain disebabkan karena ketidakseimbangan konsumsi kalori dengan kebutuhan energi.
Kelebihan energi disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Selain itu mengkonsumsi tepung setiap hari juga berpotensi menyebabkan penyakit diabetes mellitus tipe 2. Jenis dari asupan karbohidrat yang dikonsumsi merupakan faktor penting yang menentukan efek metabolik pada individu. Jenis dari asupan lemak juga berkaitan dengan perkembangan sejumlah penyakit metabolik seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, resistensi insulin, dan DM tipe 2.
Dampak selanjutnya dalam konsumsi tepung yang berlebih dapat menimbulkan kadar kolesterol yang meningkat dan dapat menumpuk pada arteri. Ketika terjadi penumpukan pada arteri maka menyebabkan arteri menyempit sehingga pengiriman oksigen ke jantung berkurang.
Penyumbatan arteri pada jantung juga dapat menyebabkan serangan jantung.
Maka pola konsumsi tahu kocek yang berbahan dasar tepung juga memerlukan ukuran dan kuantitas yang sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh. Sehingga tahu kocek masih dapat dinikmati dengan pola konsumsi yang disesuaikan, disisi lain kesehatan tubuh pun masih dapat dipertahankan.
Diharapkan dengan pola makan yang lebih seimbang dan mengganti makanan dari tepung olahan salah satunya tahu kocek dengan karbohidrat kompleks dan sumber nutrisi lainnya, akan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan untuk hidup yang lebih produktif lagi.
Editor : Dwi Siswanto