Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Transformasi Manajemen Pendidikan Islam di Era Merdeka Belajar, Opini oleh Dr Hj Hamdanah

Sidkin • Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:00 WIB
Penulis adalah Dr. Hj Hamdanah, M.Hum  Dosen Universitas Islam Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren SHOFA MARWA Jember
Penulis adalah Dr. Hj Hamdanah, M.Hum Dosen Universitas Islam Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren SHOFA MARWA Jember

BERBICARA mengenai transformasi manajemen Pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan global, perkembangan teknologi dan kebijakan nasional, khususnya implementasi Kurikulum Merdeka Belajar adalah hal yang sangat penting.

Transformasi ini meliputi perubahan fundamental dari landasan filosofi, menguatkan nilai tauhid, amanah, dan ihsan hingga aplikasi praktis dalam pengelolaan kelembagaan.

Landasan teoretis dan normatif perspektif Alquran dan hadis, perubahan paradigma menggeser model konvensional menuju paradigma spiritual humanis dan inklusif untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dan ilmu pengetahuan umum.

Aplikasi strategis implementasi dalam kepemimpinan, manajemen sumber daya manusia, keuangan dan sistem penjaminan mutu yang adaptif terhadap standar global, digitalisasi dan inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi terkini untuk mewujudkan desain pembelajaran yang inovatif dan efektif.

Pendidikan agama sering hanya fokus pada aspek kognitif (fiqih), namun tidak mengakar pada aspek afektif dan psikomotorik (akhlak) secara mendalam. Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian antara pengetahuan agama yang dimiliki (tahu mana yang baik dan buruk) dengan perilaku sehari-hari.

Moralitas yang lemah menyebabkan seseorang mudah menyerah pada korupsi, plagiat, persaingan yang tidak sehat, serta kurangnya empati dan kepedulian sosial, yang berdampak merusak fondasi masyarakat muslim dari dalam.

Hilangnya sikap karakter seorang muslim menjadi puncak dari dua krisis sebelumnya. Karakter muslim yang sejati adalah bentuk dari iman yang kokoh. Yakni tauhid dan moralitas yang tinggi yaitu akhlakul karimah, sebagaimana Allah gambarkan dalam Alquran surat Ibrahim ayat 24. Karakter ini terlihat dari sikap tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), dan istiqamah (konsisten).

Di era global, identitas kita terancam dari dua sisi: pertama, terlau banyak terpengaruh budaya Barat tanpa dipertimbangkan. Sehingga mengakibatkan hilangnya ciri khas spiritual dan budaya Islam. Kedua, terjadi reaksi berlebihan berupa radikaisme, yang menolak segala sesuatu yang terkait dengan global, padahal Islam adahah agama yang terbuka dan inklusif.

Kegagalan dalam pendidikan Islam dalam membentuk pribadi yang teguh namun bisa beradaptasi menyebabkan generasi muda kesulitan menghadapi keberagaman. Mereka jadi bingung tentang identitas agamanya, atau justru menjadi fanatik tanpa dasar.

Tiga tantangan yang dihadapi meliputi tidak berilmu, rendahnya moral, dan hilangnya sifat dan karakter yang baik adalah hambatan yang membatasi kemajuan. Hanya melaui reformasi pendidikan Islam yang tajam dan menyeluruh, masalah ini bisa diatasi.

Pendidikan Islam harus berubah dari sekadar mengajar agama menjadi pusat pembentukan peradaban yang menghasilkan manusia yang memiliki Iman yang kokoh. kemampuan dalam bidang sains dan teknologi serta agama, memiliki akhlak yang baik, dan identitas yang moderat serta kuat.

Baca Juga: 12 Tahun Pendidikan Agama: Apa yang Sebenarnya Kita Pelajari? Opini oleh Ahmad Galang Wahyudi, Siswa SMAN 1 Kencong Jember

Solusinya adalah dengan merevisi kurikulum agar seimbang antara imtak (iman dan takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), serta menganggap peran guru bukan hanya sebagai pengajar, akan tetapi juga sebagai pendidik jiwa karakter yang baik. Dengan cara ini, umat Islam bisa menjadi bagian aktif dalam menghadapi globalisasi

Dari berbagai pandangan tersebut pada dasarnya terdapat tiga tantangan yang paling berpengaruh terhadap pendidikan Islam. Yakni kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, demokratisasi dan dekadensi moral.

Ketiga tantangan tersebut tentunya harus dihadapi dan disikapi dengan bijak oleh dunia pendidikan Islam agar tetap dapat mengambil peran penting dalam upaya menciptakan generasi yang mampu bersaing di era global namun tetap menjunjung tinggi akhlak dan budi pekerti sebagai sosok yang beriman.

 

*) Penulis adalah Dosen Universitas Islam Jember dan Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa Jember.

Editor : Sidkin
#Era global #transformasi pendidikan #Transformasi Manajemen Pendidikan #pendidikan islam #merdeka belajar