JEMBER, Halojember – Menjelang laga penentuan Grup X Babak 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, dua tim yang akan saling berhadapan justru kompak menyampaikan keberatan terhadap venue pertandingan.
Pasuruan United dan Persak Kebumen sama-sama mengirim surat resmi kepada PSSI terkait kondisi Stadion Notohadinegoro Jember yang dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan pemungkas grup pada Selasa (16/6/2026).
Pasuruan United melalui surat bernomor 177/PU/VI/2026 tertanggal 14 Juni 2026 mengajukan permohonan pemindahan lokasi pertandingan. Surat tersebut ditandatangani Manajer Pasuruan United, Fitroh Mucharom dan ditujukan langsung kepada Ketua Umum PSSI.
Dalam surat itu, Pasuruan United menyebut hasil evaluasi internal menunjukkan Stadion Notohadinegoro dinilai kurang layak digunakan untuk pertandingan nasional.
Beberapa pertimbangan yang disampaikan meliputi kondisi lapangan yang belum memenuhi standar kelayakan dan keselamatan, fasilitas pendukung yang masih memerlukan perbaikan, serta kebutuhan venue yang lebih representatif sesuai regulasi kompetisi.
Manajer Pasuruan United Fitroh Mucharom menjelaskan bahwa permohonan tersebut diajukan demi menjamin kelancaran pertandingan.
Baca Juga: Persid Jember Siap Jamu Tiga Tim dari Indonesia Timur, Manajemen Ajak Supporter Ramaikan Stadion JSG
“Kami berharap agar permohonan pindah stadion dapat disetujui demi kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan tersebut,” tulisnya dalam surat resmi tersebut.
Keberatan serupa juga diajukan Persak Kebumen. Melalui surat bernomor 049/PERSAK/VI/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Persak Kebumen H. Muhammad Tursino dan Manajer Arif Budiman, klub asal Jawa Tengah itu meminta PSSI melakukan evaluasi ulang terhadap kondisi lapangan Stadion Notohadinegoro.
Persak menilai kondisi lapangan di beberapa area tidak rata dan terdapat kerusakan yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.
Selain itu, kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko cedera pemain dan memengaruhi kualitas permainan dalam laga yang sangat menentukan bagi kedua tim.
Ketua Umum Persak Kebumen H. Muhammad Tursino menegaskan bahwa keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama penyelenggara kompetisi.
“Kami meminta adanya inspeksi dan penilaian ulang terhadap kondisi lapangan sebelum pertandingan dilaksanakan," katanya.
Selain itu, pihaknya meminta mempertimbangkan pemindahan lokasi pertandingan ke stadion alternatif yang memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi apabila diperlukan.
Ia menegaskan, surat keberatan itu menjadi tanggung jawab klub dalam menjaga keselamatan pemain, serta mendukung terselenggaranya kompetisi yang profesional, adil, dam sesuai regulasi. (kin)
Editor : Sidkin