Halojember - Lumajang terus bersolek di berbagai tempat dan penjuru. Paling gres rencana revitalisasi kawasan Pangsud (Panglima Sudirman) Kota Lumajang. Revitalisasi bakal tuntas dalam tahun 2026 ini. Berbagai media menyebutkan dalam revitalisasi ini pengunjung akan dibawa ke suasana “Malioboro”’ atau “Kayu Tangan”. Program ini merupakan bagian dari penataan koridor utama dan pengembangan kawasan ekonomi baru di pusat kota. Panjang koridor 730 meter, lebar badan 12,5 meter mencakup 2 jalur kendaraan yaitu jalur khusus sepeda serta area parkir kendaraan roda dua. Tak ketinggalan spot foto/selfie, lampu hias khas bertuliskan Lumajang, penambahan penghijauan meliputi pohon besar dan pot tanaman.
Pelaku usaha di Lumajang menyambut baik make-up sepanjang jalan utama dalam kota Lumajang ini. Wajah baru kawasan pusat kota diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas, sehingga berdampak positif terhadap geliat perdagangan di kawasan ini. program ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian di sepanjang Jalan PB Sudirman (Radar Semeru, 17/07/2026).
Secara konsep tentu langkah ini merupakan terobosan dan oase di tengah stagnasi pengembangan kota ini. Revitalisasi ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi masyarakat, meningkatkan daya tarik ekonomi kota, serta membuka peluang bagi pengembangan UMKM dan aktivitas kreatif lokal.
Ada rasa penasaran yang menyeruak, apakah hanya revitalisasi kawasan ini yang urgent? Menyambut revitalisasi bagaimana dengan kesiapan UMKM atau para pelaku ekonomi atau pihak-pihak yang menjadi user kawasan ini langsung dan aktif? Jangan sampai infrastruktur sudah berlari sementara SDM (Sumber Daya Manusia) masih jalan di tempat atau jalan kaki. Idealnya, revitalisasi dan pengembangan SDM berjalan beriringan sehingga mampu memberikan dampak positif dan memberikan kontribusi kepada perekonomian daerah.
Riset mengenai revitalisasi perkotaan menempatkan pengembangan human capital sebagai salah satu faktor kunci pembaruan kawasan. Revitalisasi yang berorientasi manusia membutuhkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas penduduk agar perubahan fisik menghasilkan dampak berkelanjutan (Horbliuk & Dehtiarova, 2021). Sejatinya, revitalisasi Pangsud memiliki dua pekerjaan sekaligus: membangun ruang dan membangun manusia yang menjadi pelaku ekonomi khususnya di kawasan tersebut.
Pelaku ekonomi di kawasan ini khususnya perlu mempersiapkan diri untuk terus mengasah kemampuan membaca pasar, memperbaiki kualitas produk, membangun merek, menggunakan pembayaran digital, mengelola keuangan, memberikan pelayanan yang baik hingga memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Ini semua bermuara kepada segmen dari pengunjung kawasan revitalisasi ini bukan hanya dari lokal, namun juga harus mempunya jangkauan sampai manca negara. Intinya perlu mempersiapkan segala sesuatunya beraroma global baik dari hal-hal yang sepele sampai dengan yang penting dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk mempersiapkan SDM bagi pelaku ekonomi di kawasan Pangsud pasca revitalisasi yaitu kolaborasi pentahelix. Kolaborasi yang melibatkan lima unsur utama, yaitu pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas/masyarakat, dan media yang saling bersinergi untuk mencapai tujuan bersama. Masing-masing unsur memainkan perannya masing-masing.
- Pemerintah
Pemkab Lumajang berperan sebagai regulator dan orkestrator. Tidak semata-mata fokus pada deadline penyelesaian fisik revitalisasi. Lebih dari itu, memastikan roadmap pemberdayaan pelaku ekonomi di kawasan ini khususnya. Mulai regulasi yang ramah terhadap usaha ekonomi dan pemenuhan kompetensi terhadap pelaku ekonomi. Bukan tidak mungkin, kawasan revitalisasi ini akan menjadi magnet investor luar. Di mana keramahan regulasi menjadi salah satu pertimbangan utama.
- Akademisi
Unsur ini menjadi mitra strategis agar pembangunan kawasan tidak hanya mengubah fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas manusia. Kontribusinya meliputi riset potensi kawasan, pemetaan kebutuhan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, literasi digital, serta rekomendasi ilmiah.
- Dunia usaha
Berperan sebagai penggerak ekonomi, mitra investasi, dan penguat ekosistem bisnis lokal agar revitalisasi Pangsud berdampak nyata. Kontribusinya melalui peningkatan kualitas produk, pendampingan usaha, akses pasar, jejaring bisnis, teknologi digital, dan dukungan pembiayaan UMKM.
- Komunitas/masyarakat
Berperan sebagai aktor utama dalam menghidupkan, menjaga, dan memanfaatkan kawasan revitalisasi. Masyarakat terlibat melalui pengembangan UMKM, produk lokal, kegiatan kreatif, menjaga kenyamanan kawasan, serta membangun citra positif Pangsud.
- Media
Media berperan sebagai penguat komunikasi, promotor kawasan, dan jembatan informasi antara pemerintah, usaha, komunitas, serta masyarakat luas. Melalui pemberitaan, konten digital, dan kampanye kreatif, media membangun narasi positif revitalisasi, memperkenalkan potensi lokal, serta mempromosikan UMKM Pangsud.
Kolaborasi ini harus presisi agar pelaksanaan revitalisasi membawa dampak kepada perekonomian bukan hanya pelaku ekonomi namun juga berkontribusi nyata kepada perekonomian daerah sendiri. Sehingga mampu meningkatkan daya tawar kepada investor untuk berinvestasi baik dari dalam maupun luar dan menjadikan kabupaten Lumajang semakin berdaya dari sektor ekonomi.
Pangsud Lumajang ke depan harus dipandang sebagai laboratorium ekonomi kreatif yang menunjukkan kemampuan daerah dalam mengelola perubahan. Infrastruktur yang telah dibangun harus diikuti dengan kesiapan manusia yang mengelolanya. Sebab, pada akhirnya pembangunan yang paling berkelanjutan bukan hanya membangun tempat, tetapi membangun kapasitas manusia yang mampu memberi kehidupan bagi tempat tersebut. Revitalisasi Pangsud akan menjadi kebanggaan bersama apabila mampu menghadirkan ruang kota yang hidup, inklusif, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Lumajang.
*) Penulis adalah Dosen Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang.
Editor : Sidkin