HALOJEMBER – Moment mudik Lebaran, tujuan utama adalah bertemu orang tua dan sanak keluarga. Namun, ada sisi lain yang cukup dikuliti. Yaitu kendaraan yang ditunggangi.
Bagi mereka yang mudik memakai kendaraan pribadi terutama mobil, tentu saja kesehatan mobil diperhatikan. Kaki-kaki diservis, oli diganti, hingga AC juga tak luput dari perhatian.
Bagi yang memiliki mobil keluaran terbaru, tentu saja tidak begitu was-was. Mobil sudah canggih, mesin pun kilometernya masih rendah.
Tapi bagi motuba atau mobil tua bangka, segala aspek diperhatikan. Bahkan, dalam mudik moment mudik lebaran, saatnya motuba itu adu mekanik. Seberapa kuatnya hingga sejauh mana iritnya.
Kali ini yang cukup mengejutkan adalah performa Karimun Kotak. Lantas bagaimana performa Karimun Kotak ini ?
Sebutan Karimun Kotak sendiri hanya ada di Indonesia saja. Karena bentuknya yang kotak dan pada waktu itu jarang ada mobil dengan bentuk kotak.
Mobil satu ini adalah city car yang cocok dipakai untuk perkotaan yang padat dengan lalu lintas. Bentuknya yang mungil dan memakai ban kecil, memungkinkan Karimun Kotak lebih mudah memasuki gang kecil dan handling juga lebih ringan.
Namun di Indonesia, walau mobil perkotaan tetap saja pakai untuk luar kota, termasuk untuk mudik Lebaran. Penjualan mobil Suzuki Karimun Kotak ini sangat bagus dan cukup sukses pada saat peluncuran. Karena bentuknya kotak, memiliki ukuran kabin yang cukup lega pula.
Bahkan, pada awal peluncuran di Indonesia tahun 1999-2000an. Ada event, karimun kotak bisa memuat banyak orang. Sampai dimuat di majalah hingga televisi.
Spesifikasi Suzuki Karimun Kotak Tahun 1999-2006
Panjang: 3.410 mm
Lebar: 1.575 mm
Tinggi 1.705 mm
Jarak Sumbu Roda: 2.360 mm
Jumlah Tempat Duduk: 5 Orang
Radius Putar Minimum: 4,8 Meter
Kapasitas Tangki: 42 Liter
Berat kosong: 865 kg
Berat kotor: 1325 kg
Karimun Kotak ini pakai mesin dengan kode F10A, berkapasitas 970 cc 4-silinder SOHC dengan transmisi manual 5-percepatan. Mesin yang dipakai Karimun Kotak sama dengan Suzuki Carry hingga Katana inilah yang jadi unggulan. Karena terbukti badak dan banyak speartpartnya.
Namun, pada waktu itu kompetitor Karimun Kotak adalah Hyundai Atoz. Secara teknologi untuk iritnya konsumsi BBM, lebih unggul Atoz karena memakai injeksi. Sedangkan, Karimun Kotak pakai karburator.
Ternyata dalam mudik Lebaran 2024, pemakai Karimun Kotak bisa membuktikan bahwa mobil besutan pabrikan Jepang itu bisa irit dan bandel.
Di forum grup FB Karimun Kotak Indonesia. Akun atas nama Suhendra membagikan cerita ketangguhan Karimun Kotak. “Alhamdulillah...udah balik lagi ke Bekasi, total perjalanan 1.853 km. Bekasi-Pasuruan-Mojokerto (Trawas) balik lagi Bekasi
bensin habis Rp 1.150.000. Berangkat full pulang full lagi. Berangkat lewat tol,
pulang lewat jalan biasa. Lumayan bisa hemat Rp 820 ribuan kalau tidak lewat tol .
Dari segi waktu gak jauh beda, karena walau lewat tol pasti saya bermalam direst area. Gak kuat klo nyetir terus ,” tutur Suhendra.
Bila memakai asumsi BBM pertalite per liter Rp 10 ribu. Maka untuk membeli BBM Rp 1.15.000, berarti mendapatkan 115 liter. Dibandingkan dengan jarak tempuh 1.853 kilometer, berarti Karimun Kotak bisa menempuh jarak 16,1 kilometer/liter.
Jumlah itu juga bisa jauh lebih irit. Mengingat Karimun Kotak milik Suhendra tidak melewati tol seluruhnya. Apalagi, juga melintasi Mojokerto – Pasuruan via Trawas.
Trawas adalah daerah wisata di lereng gunung. Jalannya tentu saja menanjak dan konsumsi BBM jelas lebih boros ketimbang jalan lurus mendatar.
Bila Karimun Kotak 16,1 kilometer/liter, maka bisa bersaing dengan Jazz i-DSI generasi pertama. Berbagai review Jazz gen pertama itu konsumsi BBM nya di angka 14 Km/liter untuk luar kota dan 12 Km/liter untuk dalam kota. Namun, Jazz lebih unggul soal tarikan, karena CCnya lebih tinggi dari pada Karimun Kotak.
Editor : Halo Jember