HALOJEMBER - Suzuki Satria 120R, yang diproduksi antara 1998 hingga 2005, tetap menjadi salah satu motor bebek sport legendaris yang hingga kini banyak diminati.
Meskipun sudah tidak diproduksi lagi, motor ini masih bertahan sebagai pilihan menarik di pasar motor bekas.
Dengan desain khas yang sporty, performa mesin yang tangguh, serta harga yang cukup terjangkau di pasar bekas, Satria 120R tetap memikat hati para penggemarnya, baik kolektor motor tua maupun pengendara muda yang mencari motor bertenaga dengan nuansa klasik.
Suzuki Satria 120R dilengkapi dengan mesin 2-tak berkapasitas 120,7 cc yang terkenal dengan kemampuannya dalam menghasilkan tenaga cukup besar untuk motor sekelasnya.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 13,5 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 1,36 kgm pada 6.500 rpm.
Performa tersebut membuat Satria 120R dapat melaju dengan kecepatan tinggi meskipun dengan kapasitas mesin yang tidak terlalu besar.
Mesin Satria 120R menggunakan teknologi Suzuki CCI (Constantly Controlled Injection) untuk sistem pelumasan, yang memberikan efisiensi penggunaan oli samping dan mengurangi emisi gas buang.
Sistem transmisi 6-percepatan manual ditambah dengan kopling rack-and-pinion membuat pengalaman berkendara menjadi responsif, memberikan akselerasi yang cepat dan pengendalian yang lebih stabil di berbagai kondisi jalan.
Konsumsi bahan bakarnya juga terbilang irit, dengan rata-rata 25-35 km per liter tergantung kondisi pengendara dan cara pemakaian motor.
Desain Satria 120R memancarkan kesan sporty dan modern pada masanya, dengan bodi ramping dan aerodinamis.
Motor ini hadir dalam dua varian roda, yaitu spoke wheel (SW) dan cast wheel (CW). Varian CW memiliki keunggulan pada sistem pengereman, yang sudah dilengkapi dengan cakram hidraulik ganda di bagian depan dan belakang, memberikan kestabilan dan keamanan saat berkendara dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, suspensi depan menggunakan teleskopik yang mampu meredam guncangan dengan baik, sementara suspensi belakang menggunakan monoshock, yang membantu kenyamanan pengendara.
Dengan bobot yang cukup ringan, sekitar 100 kg, Satria 120R sangat lincah saat dikendarai, membuatnya ideal untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah.
Meski telah dihentikan produksinya lebih dari dua dekade yang lalu, Suzuki Satria 120R masih memiliki tempat khusus di dunia otomotif Indonesia.
Di berbagai kota, motor ini kerap muncul dalam ajang komunitas dan klub motor, seperti Satria Rembang Club (SRC) yang aktif dalam melestarikan motor ini.
Komunitas-komunitas ini tidak hanya sekadar menghargai sejarah motor, tetapi juga melakukan modifikasi dan perawatan untuk menjaga performa Satria 120R tetap prima.
Di pasar motor bekas, Satria 120R menjadi primadona bagi para kolektor dan penggemar motor klasik.
Harga motor ini di pasar bekas bervariasi tergantung kondisi dan modifikasi yang dilakukan, namun tetap terjangkau dan sangat diminati.
Harga Satria 120R bekas saat ini bisa berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, tergantung pada tahun produksi, kondisi mesin, dan kelengkapan aksesoris motor tersebut.
Suzuki Satria 120R bukan sekadar motor lawas yang hanya dikenang masa lalu, tetapi tetap relevan hingga sekarang.
Dengan performa yang mumpuni, desain yang menawan, dan statusnya yang legendaris, motor ini tetap digemari oleh pengendara muda dan kolektor motor.
Sebagai simbol motor 2-tak yang populer di Indonesia, Satria 120R tetap menjaga eksistensinya di dunia otomotif tanah air.
Penulis: MG25 Fauzan Rifqi Prayoga Listyawan
Editor : Halo Jember