HALO JEMBER - Suzuki Fronx menjadi perbincangan hangat menjelang peluncurannya di Indonesia.
Mobil ini disebut sebagai crossover kompak, tapi banyak yang penasaran: bedanya apa dengan mobil lain?
Fronx memang mengambil basis dari Suzuki Baleno, tapi tampilannya dibuat lebih tangguh dan modern ala SUV.
Desain depannya terlihat berani dengan grill besar dan lampu LED tajam, mengingatkan pada desain mobil kelas atas.
Bagian belakangnya juga mirip SUV Eropa, dengan lampu LED melintang seperti yang bisa kamu temukan di mobil-mobil mewah kekinian.
Tapi, bagaimana soal isi dan performanya?
Fronx di India hadir dengan dua pilihan mesin: 1.2L mild hybrid dan 1.0L turbo.
Kalau varian turbo yang masuk ke Indonesia, performanya akan cukup oke untuk mobil kecil—ringan tapi bertenaga.
Tapi jangan bayangkan mesin ini akan seperti kayak SUV Rp 500 juta ke atas ya, dia tetap hemat bahan bakar dan fungsional untuk penggunaan harian.
Di dalam kabin, Fronx punya nuansa modern: layar sentuh 9 inci, wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta beberapa fitur smart seperti head-up display dan kamera 360 (tergantung varian).
Nah, soal perbandingan: Suzuki Fronx cocok dibandingkan dengan mobil seperti Toyota Raize, Kia Sonet, atau Daihatsu Rocky.
Mereka sama-sama main di kelas compact crossover yang punya bodi mungil, hemat bensin, tapi tetap tampil gaya.
Fronx unggul di desain dan fitur, beberapa orang bahkan bilang desainnya lebih "ganteng" daripada kompetitor.
Tapi kekurangannya, mobil ini kemungkinan masih pakai penggerak roda depan (FWD), jadi belum cocok untuk yang doyan naik gunung atau jalur berat.
Kesimpulannya, Suzuki Fronx bukan mobil mewah, tapi desain dan fiturnya bikin dia terlihat seperti mobil mahal, tanpa perlu keluar duit setengah miliar.
Kalau kamu ingin mobil harian yang irit, gaya, dan nyaman, Fronx bisa jadi pilihan menarik saat rilis nanti.
Penulis Ailatul Miza Zulfa
Editor : Dwi Siswanto