Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Baterai Mobil Listrik antara Daya Tahan, Biaya Penggantian, dan Isu Ledakan? Mana Fakta, Mana Mitos?  

Dwi Siswanto • Selasa, 17 Juni 2025 | 01:48 WIB

 

baterai mobil listrik (jawapos.com)
baterai mobil listrik (jawapos.com)

Halo Jember – Popularitas mobil listrik terus menanjak seiring dengan dorongan global menuju teknologi transportasi ramah lingkungan.

Namun, di balik sorotan terhadap efisiensi energi dan emisi nol, terselip kekhawatiran masyarakat tentang komponen paling krusial dari kendaraan ini, baterai.

Isu mengenai usia pakai, biaya penggantian yang dikabarkan fantastis, hingga risiko kebakaran atau ledakan baterai sering kali mewarnai diskusi publik.

Mari kita ulas lebih dalam berdasarkan data dan pemahaman yang objektif.

 Baca Juga: Mobil Listrik atau Mobil Bensin: Mana yang Lebih Ramah di Dompet Setelah 5 Tahun?

Tahan Lama Tapi Bukan Abadi

Pertanyaan soal umur baterai mobil listrik hampir selalu muncul saat seseorang mulai mempertimbangkan untuk beralih dari mobil konvensional ke kendaraan berbasis listrik.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa baterai mobil listrik saat ini memiliki daya tahan yang cukup impresif.

Dengan pemakaian normal dan perawatan baterai mobil listrik yang baik, umur pakainya bisa mencapai 8 hingga 15 tahun, tergantung jenis baterai dan merek kendaraan.

Sebagai contoh, mobil listrik entry-level seperti Wuling Air EV dibekali baterai yang dijamin hingga 8 tahun atau sekitar 120.000 kilometer.

Di sisi lain, produsen besar seperti Tesla bahkan mengklaim baterai mereka mampu bertahan hingga ratusan ribu kilometer, lebih lama dari umur pakai rata-rata mobil bensin harian.

Namun, penting dipahami bahwa seperti halnya baterai ponsel, kapasitasnya memang akan berkurang seiring waktu.

Penurunan daya simpan 20–30% setelah beberapa tahun masih dianggap wajar dan tidak serta-merta membuat kendaraan tidak bisa digunakan.

 Baca Juga: Mobil Listrik Memang Bebas Emisi Karbon, tapi Benarkah Sepenuhnya Ramah Lingkungan? Ini Penjelasannya

Biaya Ganti Mahal?

Satu hal yang sering membuat orang ragu beralih ke mobil listrik adalah ketakutan akan biaya penggantian baterai.

Benar, harganya bisa membuat dahi berkerut, mulai dari Rp60 juta hingga lebih dari Rp150 juta, tergantung kapasitas dan merek.

Namun, persepsi ini sering kali tidak lengkap. Faktanya, baterai mobil listrik tidak perlu diganti tiap tahun.

Dengan perawatan normal, penggantian baterai bisa terjadi setelah 10 tahun atau lebih.

Bahkan, teknologi baterai terus berkembang, membuat biaya produksinya semakin menurun dari tahun ke tahun.

Studi dari BloombergNEF menunjukkan penurunan harga baterai lithium-ion lebih dari 80% dalam satu dekade terakhir.

Selain itu, garansi panjang dari produsen memberikan rasa aman bagi pemilik.

Beberapa merek memberikan jaminan penggantian baterai gratis selama delapan tahun pertama, menekan kekhawatiran soal biaya tak terduga.

 Baca Juga: Deretan Mobil Listrik BYD Siap Ramaikan Pasar Indonesia 2025, dari City Car hingga MPV Premium

Apakah Baterai Mobil Listrik Bisa Meledak?

Mungkin ini adalah pertanyaan paling sensasional dan juga paling menyesatkan.

Isu baterai meledak memang pernah terjadi, tapi skalanya sangat kecil jika dibandingkan jumlah kendaraan yang beredar.

Menurut data keselamatan lalu lintas dari Amerika Serikat dan Eropa, insiden kebakaran pada mobil listrik tercatat lebih rendah daripada pada mobil berbahan bakar minyak.

Mobil listrik telah dilengkapi berbagai sistem pengaman, mulai dari kontrol suhu, pengendali arus, hingga fitur pemutusan otomatis ketika terjadi gangguan listrik.

Baterai EV memang bisa panas jika terjadi malfungsi, tapi bukan berarti meledak seperti bom.

Ledakan atau kebakaran umumnya hanya terjadi dalam kondisi ekstrem, misalnya benturan keras dalam kecelakaan lalu lintas atau penggunaan charger tidak resmi dalam waktu lama. 

Baterai memang menjadi komponen vital dan mahal dalam mobil listrik, tapi dengan perkembangan teknologi dan dukungan garansi dari produsen, kekhawatiran tentang umur pakai, biaya penggantian, dan risiko keamanan dapat dikelola dengan baik.

Alih-alih terpaku pada mitos, konsumen sebaiknya fokus pada edukasi dan pemahaman yang lebih dalam tentang teknologi ini.

Penulis : MG25 Vikriansyah

Editor : Dwi Siswanto
#baterai mobil listrik #perawatan baterai mobil listrik #kebakaran #ledakan #mobil listrik