Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Menteri PU Dody Hanggodo Kunjungi Jember, Tinjau Jembatan Putus, Pasar, hingga Rencana Pembangunan Flyover Mangli

Sidkin • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:05 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau jembatan rusak. Selain itu, menteri juga melihat Pasar Tanjung dan rencana flyover Mangli.
Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau jembatan rusak. Selain itu, menteri juga melihat Pasar Tanjung dan rencana flyover Mangli.

JEMBER, Halojember - Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (22/2/2026). Kunjungan ini membawa angin segar dan sederet rencana pembangunan infrastruktur strategis di Jember.

Agenda diawali dari Pendapa Wahyawibawagraha, dilanjutkan meninjau jembatan yang putus di Desa/Kecamatan Pakusari, Pasar Tanjung, hingga Simpang Empat Mangli.

Kedatangan menteri ini sekaligus untuk melihat langsung kondisi Jember yang tengah menghadapi persoalan bencana dan kemacetan.

Dody mengaku kunjungan ini bermula dari pertemuan dengan Bupati Jember Muhammad Fawait beberapa hari sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, ia menerima proposal pembangunan mulai dari flyover, pelebaran jalan, hingga revitalisasi pasar.

“Pak Bupati datang ke kantor saya malam-malam setelah tarawih menyampaikan beberapa proposal,” ujarnya.

Ia bahkan terkejut ketika mendapat informasi Jember sedang berstatus tanggap darurat. Karena itu, ia memilih datang langsung untuk memastikan kondisi lapangan.

“Saya sangat kaget karena tidak pernah mengira Jember tanggap darurat. Makanya hari ini saya ke sini,” katanya.

Pemerintah pusat, lanjut Dody, akan mempercepat penanganan infrastruktur yang berkaitan dengan bencana. Perbaikan jembatan dan bendung menjadi prioritas awal.

“Kira-kira apa yang bisa kami kerjakan dengan cepat untuk menanggulangi tanggap daruratannya,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, kementerian juga menyetujui pembangunan flyover Mangli sebagai solusi kemacetan. Proyek sepanjang sekitar 1,1 kilometer itu diperkirakan menelan anggaran Rp 700–800 miliar.

“Mudah-mudahan 2026 kita sudah bisa kick off,” katanya.

Ia bahkan menyarankan flyover empat jalur agar mampu bertahan hingga puluhan tahun. Menurutnya kemacetan di atas flyover jauh lebih berbahaya dibanding di jalan biasa.

“Kalau dua jalur, lima tahun saja penuh lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga akan melebarkan jalan nasional Tanggul–Kota Jember serta membangun ulang Pasar Tanjung. Bangunan pasar nantinya menampilkan arsitektur khas daerah.

“Kayaknya tidak bisa revitalisasi, harus bangun baru. Kearifan lokal harus nampak,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia menilai perhatian kementerian penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Dua hari ini banyak menteri berkunjung ke Jember, insyaallah penuh berkah,” katanya.

Menurutnya persoalan paling mendesak adalah infrastruktur pascabencana. Di Jember terdapat puluhan fasilitas yang membutuhkan penanganan.

“Ada 16 jembatan dan 50 bendung, insyaallah kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Fawait menambahkan pembangunan flyover sangat penting bagi masa depan ekonomi Jember. Kemacetan di Mangli selama ini menjadi penghambat investasi.

“Kalau kemacetan dibiarkan, tidak menarik bagi investor,” katanya.*

Editor : Sidkin
#Mangli #Dody Hanggodo #jember #kementerian pekerjaan umum #Flyover Mangli #flyover #Menteri PU Dody Hanggodo #jembatan putus #kunjungan kerja