JEMBER, Halojember – Ratusan kader Posyandu dari seluruh desa di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember berkumpul di Kantor Desa Sumberjeruk, Senin siang (9/3).
Mereka mengikuti Temu Kader Posyandu yang digelar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Jember untuk memperkuat peran kader di tengah masyarakat.
Sebanyak 445 kader hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemerintah daerah untuk menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat. Beberapa di antaranya seperti Universal Health Coverage (UHC), program Peta Cinta, serta sejumlah program pembangunan lainnya.
“Di momen Ramadan ini kami sekaligus menyosialisasikan program-program pemerintah seperti UHC, Peta Cinta dan lain sebagainya,” ujarnya.
Selain sosialisasi program, Temu Kader juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Para kader Posyandu diberi kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lapangan, terutama terkait pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Sekali lagi kami juga menyerap aspirasi dari masyarakat yang hari ini adalah para kader Posyandu. Nanti kami juga akan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat dan lain sebagainya,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, langkah turun langsung ke masyarakat menjadi penting karena tidak semua warga memiliki akses informasi yang sama.
Masih banyak masyarakat yang belum terbiasa menggunakan media sosial atau mengakses informasi melalui internet.
Karena itu, berbagai program pemerintah perlu disosialisasikan secara langsung dengan turun ke desa-desa.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta penanganan stunting. Sehingga penanganan lebih optimal.
Pemerintah daerah bahkan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami sudah membentuk Satgas Stunting, AKI dan AKB. Para kader ini nantinya membantu mengidentifikasi ibu hamil maupun anak yang terindikasi stunting untuk kemudian ditangani tenaga kesehatan,” ujarnya.
Selain arahan dari bupati, para kader juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber. Di antaranya Koordinator Imunisasi Puskesmas Kalisat yang menjelaskan pentingnya imunisasi bagi anak serta tim TP3D Jember yang memaparkan potensi daerah.
Para kader juga diajak ikut mempromosikan potensi wisata, budaya, dan kesenian di Jember sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah. (kin)
Editor : Sidkin