Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Misi Diplomasi Presiden Prabowo ke Jepang, Bidik Solusi Krisis Selat Hormuz

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 31 Maret 2026 | 06:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran, Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran, Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). Sekretariat Presiden
 
HALO JEMBER – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memulai kunjungan kenegaraan perdananya ke Tokyo, Jepang, di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. 
 
Berdasarkan data Sekretariat Presiden, Kepala Negara beserta rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (29/3/2026) pukul 10.35 WIB.
 
Presiden tiba di Bandar Udara Haneda, Tokyo, pada hari yang sama pukul 19.10 waktu setempat. 
 
Kunjungan ini dinilai sangat krusial, mengingat agenda utamanya adalah membahas stabilitas pasokan energi global yang kini terancam akibat penutupan Selat Hormuz. Mengapa Jepang? 
Baca Juga: Tawaran Mediasi Prabowo atas Konflik Iran Amerika dan Perihal Paham Bebas Aktif Indonesia, Opini oleh Dua Dosen Universitas Airlangga
 
Titik Nadir Ketergantungan EnergiPemilihan Jepang sebagai mitra diskusi utama bukan tanpa alasan strategis.
 
Jepang merupakan salah satu negara di dunia dengan tingkat kerentanan energi tertinggi terhadap gejolak di Timur Tengah.
 
Data IEA dan kementerian energi setempat menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen (sekitar 92-95%) pasokan minyak mentah Jepang sangat bergantung pada impor dari Timur Tengah, yang seluruhnya harus melewati Selat Hormuz. 
 
Selain itu, sekitar 10 persen kebutuhan Gas Alam Cair (LNG) Jepang juga dipasok melalui jalur yang kini menjadi zona merah konflik tersebut.
 
Kondisi ini menjadikan Jepang sebagai sekutu paling berkepentingan bagi Indonesia untuk merumuskan langkah mitigasi bersama agar ekonomi kawasan Asia tidak kolaps akibat lonjakan harga minyak.
 
Fokus pada Kemitraan Strategis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya sebelum keberangkatan menegaskan urgensi lawatan ini.

"Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis yang komprehensif. Fokus utama pembicaraan adalah penguatan kerja sama investasi dan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang sangat dinamis," ujar Seskab Teddy.

Sementara itu, dalam pertemuan di Istana Kekaisaran pada Senin (30/3/2026), Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia-Jepang kini melampaui sekadar urusan ekonomi.
 
"Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa hubungan kedua negara diikat oleh rasa saling percaya dan kepentingan strategis untuk menjaga stabilitas kawasan," tulis rilis resmi BPMI Setpres.
 
Keamanan Maritim dan Teknologi StorageKe depan, kerja sama Indo-Jepang diprediksi akan berfokus pada dua pilar utama keamanan:

Teknologi Cadangan Strategis (SPR): Jepang memiliki cadangan minyak darurat yang sangat tangguh, mampu mencukupi kebutuhan hingga 254 hari.

Indonesia, melalui arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, tengah membidik transfer teknologi ini untuk membangun storage serupa di Sumatera guna mengejar target cadangan 3 bulan

Dengan terganggunya Selat Hormuz, jalur pelayaran di Asia Tenggara (terutama Alur Laut Kepulauan Indonesia/ALKI) menjadi jalur alternatif vital bagi kapal tanker menuju Asia Timur.

Jepang dipastikan akan memperkuat dukungannya pada keamanan maritim Indonesia guna memastikan jalur logistik energi tetap terbuka dan aman dari gangguan pihak luar.

KesimpulanLangkah taktis Presiden Prabowo ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya duduk diam sebagai penonton krisis.
 
Dengan menggandeng Jepang negara yang paling bergantung pada Selat Hormuz, Indonesia sedang membangun benteng pertahana ekonomi bersama untuk memastikan harga energi di dalam negeri tidak terombang-ambing oleh konflik di belahan dunia lain.(yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#Presiden Prabowo #jepang #selat hormuz #timur tengah