HaloJember - Presiden Prabowo Subianto baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan kenegaraan produktif ke Jepang dan Republik Korea (Korea Selatan) pada 30 Maret hingga 1 April 2026.
Lawatan ini menghasilkan komitmen bisnis dan investasi total senilai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun.
Jepang (30-31 Maret 2026):
Presiden Prabowo bertemu dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Pertemuan berfokus pada kerja sama lingkungan hidup, hilirisasi industri, dan teknologi. Komitmen bisnis dari Jepang mencapai Rp401,7 triliun.
Korea Selatan (1 April 2026):
Prabowo bertemu dengan Presiden Lee Jae Myung di Blue House, Seoul.
Keduanya menyaksikan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor, termasuk energi, transisi energi (surya/carbon capture), digital, kecerdasan buatan (AI), dan industri pertahanan.
Baca Juga: Misi Diplomasi Presiden Prabowo ke Jepang, Bidik Solusi Krisis Selat Hormuz
Komitmen bisnis dari Korea Selatan mencapai Rp174 triliun.
Fokus Industri Pertahanan:
Dalam pertemuan dengan Presiden Lee, Indonesia menjajaki pembelian 16 unit jet tempur KF-21 Boramae serta memperkuat kerja sama industri perkapalan.
Diplomasi "Anabul":
Momen menarik terekam saat Prabowo memberikan kejutan berupa foto "anabul" (hewan kesayangan) kepada Presiden Lee Jae Myung, mencerminkan hubungan bilateral yang hangat.
Tiba di Tanah Air dan Instruksi WFH
Prabowo telah tiba kembali di Jakarta setelah lawatan tersebut.
Terkait dinamika geopolitik global, Presiden telah mengimbau seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk melakukan penghematan konsumsi BBM.
Sekain itu mempertimbangkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Klaim Hoaks Bantuan Dana
Pihak Kepresidenan menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial mengenai "Presiden Prabowo mengumumkan bantuan Rp50 juta" adalah tidak benar (hoaks) dan merupakan manipulasi AI (deepfake).
Editor : Hariri HJ