Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Antisipasi Kemarau 2026, Gubernur Khofifah Instruksikan "Brigade Kekeringan" dan Pompanisasi Sawah

Hariri HJ • Sabtu, 4 April 2026 | 02:00 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menanam Mangrove beberapa waktu lalu. (Pemprov Jatim)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menanam Mangrove beberapa waktu lalu. (Pemprov Jatim)

HaloJember – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung April hingga Agustus 2026.

Dalam instruksi terbarunya di Gedung Negara Grahadi, Kamis (2/4/2026), Khofifah menekankan pentingnya langkah preventif untuk menjaga stabilitas produksi pertanian sebagai lumbung pangan nasional.

Gubernur Khofifah menginstruksikan seluruh Bupati/Wali Kota di Jawa Timur untuk mengaktifkan "Brigade Kekeringan" di tingkat daerah.

Baca Juga: Pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Setelah Namanya Diseret-Seret oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Ditangkap KPK

Langkah ini mencakup pemetaan wilayah rawan kekeringan, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sumur air dangkal, serta pemanfaatan teknologi pompanisasi dan perpipaan untuk mengoptimalkan sumber air yang ada.

Instruksi ini dikeluarkan menyusul proyeksi BMKG mengenai kemarau yang berpotensi menyebabkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Jatim.

Khofifah menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu dampak terjadi baru bertindak. Ketahanan pangan harus dijaga agar produksi pertanian tetap optimal meski di tengah tantangan iklim.

Baca Juga: Jam Tangan Richard Mille RM 005 Rose Gold Mewah Milik Gubernur Kaltim Rudy Mas ud Jadi Sorotan Publik, Harus Jadi Simbol Kedisiplinan

Ada pun sasaran kegiatan ini adalah sebagai berikut:

Petani dan Sektor Pertanian: Memastikan lahan sawah tetap mendapatkan air, terutama dengan percepatan masa tanam menggunakan varietas tahan kering.

Ketahanan Pangan Daerah & Nasional: Menjaga pasokan pokok (beras, dll) agar tidak terjadi kenaikan harga signifikan akibat gagal panen (inflasi).

Wilayah Rawan Kekeringan: Pemetaan dan penanganan cepat di wilayah-wilayah yang biasanya terdampak kekurangan air bersih.

"Sinergi menjadi kunci. Pemerintah daerah harus bergerak bersama dengan petani, penyuluh, dan seluruh stakeholder agar produksi pertanian, khususnya pangan, tetap optimal," tegas Khofifah.

Baca Juga: Gubernur Khofifah: Penetrasi Pasar untuk Stabilitas Beras di Jember

Selain itu, langkah ini sejalan dengan prioritas pembangunan Pemprov Jatim 2026 yang fokus pada penguatan infrastruktur dan sosial-ekonomi.

Ringkasan Tambahan Kegiatan Khofifah (Januari-April 2026)

Selain fokus ketahanan pangan, berikut kegiatan utama Khofifah lainnya:

Awal April 2026: Menerapkan Work From Home (WFH) bagi ASN Pemprov Jatim setiap hari Rabu untuk efisiensi BBM.

Maret 2026: Meresmikan Sirkuit Suryo Magetan dan membuka Gubernur Cup Racing Series 2026.

Februari 2026: Menegaskan peran Jawa Timur sebagai pusat talenta digital dan memaksimalkan penggunaan AI dalam penyiaran radio.

Editor : Hariri HJ
#Antisipasi Kemarau 2026 #Gubernur Khofifah Instruksikan "Brigade Kekeringan" dan Pompanisasi Sawah #kekeringan #BMKG berlangsung April hingga Agustus 2026. #Gedung Negara Grahadi