HaloJember - Presiden Prabowo Subianto terus memacu hilirisasi industri, memperkuat ketahanan energi, dan merespons perkembangan teknologi digital.
Berikut ini deretan kegiatan Presiden Prabowo Subianto selama April 2026:
- Peresmian Industri Kendaraan Listrik (EV): Pada 9 April 2026, Presiden Prabowo meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam industrialisasi hijau dan penguatan teknologi nasional.
- Target Hilirisasi dan Energi: Presiden menargetkan groundbreaking 21 proyek hilirisasi baru pada April 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, beliau menargetkan Indonesia mampu mandiri energi dalam 2-3 tahun ke depan, termasuk rencana pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt.
- Penyelamatan Aset Negara: Presiden menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan aset negara senilai Rp 11,4 triliun oleh Kejaksaan Agung pada 10 April 2026, yang diraih dalam upaya penertiban kawasan hutan dan kasus korupsi selama 1,5 tahun terakhir.
- Isu Teknologi AI dan Keamanan Siber: Presiden Prabowo menyoroti ancaman perusakan negara yang kini bergeser ke ranah digital (AI dan media sosial). Ia bercerita pernah menjadi korban manipulasi AI yang mengubah suaranya, dan menegaskan perlunya waspada terhadap manipulasi teknologi.
- Pembangunan Infrastruktur: Presiden memerintahkan percepatan pembangunan perumahan rakyat (bedah rumah) dan perbaikan kampung nelayan.
- Agenda Sosial: Presiden membuka Istana untuk anak-anak sekolah dan menghadiri perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado.
Kebijakan Terbaru:
1) Penurunan Biaya Haji: Presiden Prabowo memutuskan biaya haji tahun 2026 turun hingga Rp 2 juta.
2) Pengaturan ASN: Diterapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN tertentu untuk penghematan energi, dengan pengecualian ketat bagi sektor pelayanan strategis.
3) Presiden Prabowo menegaskan bahwa meskipun ada kritik, terutama terkait kunjungan luar negeri, langkah-langkah yang diambil adalah untuk kepentingan strategis nasional.
Editor : Hariri HJ