Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi fokus adalah Perumdam Tirta Pandalungan (PDAM Jember) dan Perumda Perkebunan Kahyangan.
Melalui seleksi terbuka, pemerintah daerah berharap lahir direksi yang mampu membawa perusahaan naik kelas.
Seleksi jajaran direksi BUMD tahun 2026 ini resmi dibuka dengan sejumlah posisi strategis yang dilelang.
Baca Juga: Gelontor Dana Rp30,43 Miliar, PTPN I Regional 5 Dukung Penuh Pengentasan Kemiskinan di Jember
Mulai dari Direktur Utama, Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan, hingga Direktur Umum dan Keuangan di masing-masing BUMD.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pembenahan organisasi agar lebih profesional dan kompetitif.
Kepala BKPSDM Jember, Deni Irawan menjelaskan, proses ini memang sudah disiapkan sejak penunjukan pelaksana tugas (Plt) di kedua BUMD.
Salah satu mandat penting Plt adalah mengawal proses lahirnya direksi definitif melalui mekanisme lelang jabatan.
“Jadi, salah satu tugas Plt yakni mengantarkan BUMD bisa memiliki pejabat definitif baru melalui lelang jabatan (open bidding),” ujarnya beberapa waktu lalu.
Proses seleksi pun dirancang cukup ketat untuk menjaring kandidat terbaik.
Pelamar diwajibkan memiliki pengalaman manajerial minimal lima tahun.
Tak hanya itu, mereka juga harus menyusun makalah rencana bisnis, menyiapkan video presentasi, hingga melampirkan portofolio capaian kerja sebagai bahan penilaian.
Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Ultimatum Penimbun BBM: Kalau Masih Memaksa, Polisi Siap Tindak Tegas!
Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran pada 9–15 April 2026, dilanjutkan seleksi administrasi, psikotes, hingga wawancara yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir April.
Hasil dari proses ini akan sangat menentukan arah masa depan BUMD, terutama dalam kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan harapannya agar BUMD tidak lagi berjalan biasa-biasa saja.
Ia ingin kedua perusahaan daerah tersebut mampu melesat sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap dua BUMD kita tidak bekerja biasa-biasa saja. Ada PDAM, harus melejit lagi, ada PDP Kahyangan, yang juga saya harap melejit dengan tetap merangkul masyarakat di sekitar perkebunan,” tegas Gus Fawait. (mau/kin)
Editor : Sidkin