Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Rembangan Disiapkan Jadi Wisata Petik Stroberi, Bakal Jadi Pusat Agrowisata Tapal Kuda

Yulio Faruq Akhmadi • Sabtu, 18 April 2026 | 19:16 WIB
Diskusi yang antara Disporabudpar Jember, Kementrian Pariwisata hingga akademisi mengenai rencana pengembangan pusat agrowisata petik strowberry (Jun/Kementrian Pariwisata)
Diskusi yang antara Disporabudpar Jember, Kementrian Pariwisata hingga akademisi mengenai rencana pengembangan pusat agrowisata petik strowberry (Jun/Kementrian Pariwisata)

JEMBER – Kawasan wisata Rembangan mulai diarahkan menjadi lokasi agrowisata berbasis petik stroberi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan wisata Rembangan jadi pusat Agrowisata Tapal Kuda.

Program pengembangan tersebut digagas oleh Disporabudpar Jember dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Kaliwatu Group, Lumbung Stroberi, Politeknik Negeri Jember hingga pelaku usaha pariwisata.

Penanaman stroberi direncanakan menjadi tahap awal. Komoditas ini dipilih karena dinilai memiliki daya tarik wisata sekaligus nilai ekonomi. Selain itu, konsep wisata petik langsung oleh pengunjung juga dianggap lebih interaktif.

Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, menyebut pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pengembangan Rembangan sebagai agrowisata diharapkan bisa menggerakkan kembali sektor pariwisata sekaligus memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.

Dokumentasi usai pembahasan rencana menjadikan Wisata Rembangan sebagai pusat Agro Wisata
Dokumentasi usai pembahasan rencana menjadikan Wisata Rembangan sebagai pusat Agro Wisata
 

Tidak Sekadar Tanam, Tapi Penataan Kawasan

Pengembangan wisata petik stroberi tidak hanya berhenti pada penanaman. Penataan kawasan menjadi bagian penting agar destinasi tersebut benar-benar siap menerima kunjungan wisata.

Tenaga ahli pariwisata, Dwi Juniarto, menilai konsep agrowisata harus dirancang secara menyeluruh.

“Tidak cukup hanya menanam. Harus ada penataan kawasan, peningkatan SDM, dan pengalaman wisata yang jelas bagi pengunjung,” katanya.

Menurutnya, konsep petik stroberi memiliki potensi karena tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga edukasi.


Libatkan Banyak Pihak

Dalam pengembangannya, pemerintah daerah tidak bekerja sendiri. Sejumlah pihak dilibatkan untuk mendukung realisasi program tersebut, termasuk pelaku usaha dan lembaga pendidikan.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat perencanaan sekaligus memastikan pengelolaan berjalan berkelanjutan.


Bidik Wisata Keluarga dan Edukasi

Wisata petik stroberi di Rembangan nantinya menyasar wisata keluarga dan edukasi. Pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga belajar proses budidaya.

Konsep ini dinilai relevan dengan tren wisata saat ini yang mengarah pada pengalaman langsung, bukan sekadar melihat.


Upaya Hidupkan Rembangan

Rembangan sebelumnya dikenal sebagai salah satu ikon wisata di Jember. Namun dalam beberapa tahun terakhir, daya tariknya mulai menurun.

Pengembangan agrowisata menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata.

Selain menarik wisatawan, program ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dengan konsep baru yang ditawarkan, Rembangan diharapkan tidak hanya kembali ramai, tetapi juga memiliki daya saing di tengah berkembangnya destinasi wisata lain di wilayah Tapal Kuda.(yul)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#Petik Strowberry #jembatan #rembangan #wisata