JEMBER, Halojember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tengah menyiapkan terobosan baru di sektor pelayanan kesehatan melalui peluncuran program HomeCare.
Program ini digadang-gadang menjadi langkah besar dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata, terutama bagi masyarakat kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas.
Melalui skema tersebut, petugas medis nantinya akan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan kesehatan tanpa harus datang dan mengantre di fasilitas layanan kesehatan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut program ini sebagai inovasi yang belum pernah diterapkan di tingkat daerah di Indonesia.
Menurutnya, HomeCare dirancang untuk menghapus kesenjangan akses layanan kesehatan antara masyarakat mampu dan warga kurang mampu.
"Saya sebetulnya sudah tidak sabar ingin meluncurkan satu-satunya pelayanan kesehatan di Indonesia, di mana jika orang kaya punya dokter pribadi, maka di Jember orang tidak mampu juga punya dokter pribadi," katanya saat menyampaikan progres kinerjanya dalam forum Pro Guse di RSD dr Soebandi, 23 April lalu.
Baca Juga: Jember Buka Lelang Direksi BUMD 2026, Bupati Gus Fawait Targetkan Ini
Program ini akan difokuskan untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan mobilitas menuju rumah sakit maupun puskesmas.
Kelompok prioritas meliputi masyarakat miskin, lanjut usia, hingga penyandang disabilitas yang selama ini kerap menghadapi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan.
Dengan sistem jemput bola, tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah pasien sesuai kebutuhan layanan medis.
Baca Juga: Pilkades Serentak 161 Desa Jember Dihelat 2027, Bupati Gus Fawait MInta Dinas Mulai Petakan Anggaran
Pemkab Jember saat ini masih mematangkan sistem operasional sebelum peluncuran resmi dilakukan.
Sejumlah puskesmas bahkan disebut telah mulai melakukan uji coba terbatas guna memastikan skema pelayanan berjalan optimal saat diluncurkan secara luas.
"InsyaAllah kabar terakhir di kami pada bulan Mei akan melaunching, walaupun sebetulnya beberapa Puskesmas sudah mulai melaksanakan uji coba secara 'tipis-tipis' untuk mematangkan sistem," katanya.
Gus Fawait menegaskan, pelayanan kesehatan harus menjadi hak yang bisa diakses seluruh warga tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Baca Juga: BRI Salurkan Ambulans untuk Muhammadiyah Tanggul, Perkuat Layanan Kesehatan Warga
Ia memastikan program ini akan mengedepankan prinsip kesetaraan dan pelayanan yang humanis bagi seluruh masyarakat Jember.
"Intinya, ke depan tidak boleh ada perbedaan layanan, di Jember bukan cuma orang kaya yang bisa punya dokter keluarga, tapi orang tidak mampu pun punya hak yang sama," pungkasnya. (mau/kin)
Editor : Sidkin