PATRANG, Halo Jember – Pasca-pengerahan besar-besaran seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember untuk melakukan Verifikasi dan Validasi (Verval) data desil 1, ditemukan anomali data yang sangat krusial.
Salah satu yang paling menonjol dan menjadi sorotan tajam adalah carut-marutnya pendataan administrasi kependudukan, khususnya penerbitan akta kematian.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan, ada puluhan ribu warga Jember yang faktanya sudah meninggal dunia, namun secara administratif masih tercatat hidup.
Akibat kelalaian pencatatan ini berdampak sistemik, membuat anggaran daerah hingga nasional bocor kepada nama-nama yang sudah berada di liang lahat.
Merespons anomali ini, Bupati Fawait meminta seluruh Camat se-Jember tidak lagi tidur terlelap dan segera membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ini.
"Ada puluhan ribu orang yang sudah meninggal namun belum terdata/tercatat. Nah ini tugasnya pak camat," kata Gus Fawait, saat memberi arahan kepada jajaran kepala OPD dan Camat, di pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (12/5).
Menurutnya, peran Camat cukup krusial di wilayahnya masing-masing.
Bupati Gus Fawait bahkan menyindir, jika tidak mampu memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), minimal para Camat bisa memastikan urusan nyawa warga yang sudah tiada tidak terus membebani negara.
Ia juga menilai, kebocoran anggaran akibat data kadaluwarsa ini dinilai mencederai rasa keadilan sosial. Dana bansos dan insentif yang seharusnya menyasar warga yang membutuhkan, justru terus mengalir ke rekening atau nama orang yang sudah meninggal.
"Masa ada yang sudah meninggal masih dapat bantuan terus? mendapat insentif terus? Maka saya titip, masih banyak masyarakat kita yang sudah meninggal tetapi belum ada catatan atau penerbitan akta kematiannya, itu juga dikawal oleh camat," pintanya.
Gus Fawait memastikan temuan anomali data hasil Verval desil 1 ini tidak akan menguap begitu saja. Ia berjanji akan membongkar habis seluruh hasil evaluasi kerja keras para ASN se-Jember, tanpa pandang bulu.
"Nanti saya akan perjelas, akan saya bahas semua hasil dari Verval 1 oleh para ASN se-Jember tanpa melihat ASN eselon berapapun," pungkas dia. (mau/nur/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi