AJUNG, Radar Jember - Suasana komplek Stadion Jember Sport Garden (JSG) belakangan ini terasa jauh berbeda.
Jika dulu stadion kebanggaan warga Jember ini hanya ramai saat ada event besar, maka kini JSG menjelma menjadi pusat keramaian baru yang selalu hidup setiap harinya.
Kolaborasi apik antara aktivitas olahraga para ASN, masyarakat hingga geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sukses menyulap kawasan ini menjadi destinasi favorit baru.
Saban hari, khususnya sore dan akhir pekan, pelataran JSG tak pernah sepi.
Mulai dari masyarakat yang berolahraga santai, anak-anak bermain, hingga deretan stan UMKM yang menyajikan kuliner lokal. Semuanya tumpah ruah menghidupkan atmosfer stadion.
Transformasi JSG ini bukan tanpa alasan.
Bupati Jember Muhammad Fawait, sejak awal kepemimpinannya menaruh perhatian besar pada optimalisasi aset daerah ini.
Gus Fawait, sapaan dia, sempat menyampaikan ambisinya untuk mereplikasi atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta ke Stadion JSG.
"Kamj ingin JSG ini tidak hanya menjadi bangunan yang megah. Tapi harus menjadi pusat keramaian baru yang menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Salah satu motor penggerak hidupnya kawasan ini adalah adanya agenda rutin Olahraga Sore Bersama atau Osma.
Kegiatan yang telah diluncurkan sejak tahun awal periode bupati menjabat ini cukup sukses menarik animo warga untuk rutin bergerak sekaligus meramaikan stadion setiap harinya.
Sesekali, Gus Fawait juga turun langsung, seperti yang terpantau belum lama ini, Rabu (13/5).
Bersama sejumlah kepala OPD, ia gowes keliling kota dan singgah ke JSG mengikuti Osma bersama ratusan masyarakat saat itu. "Biar sehatnya dapat, kebersamaannya juga makin kuat," katanya.
Dalam kesempatan lain, ia sempat mengutarakan keinginannya agar stadion berkapasitas sekitar 20 ribu penonton ini agar lebih bersolek.
Hal itu seiring Jember telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah untuk perhelatan bergengsi Putaran Liga 4 Nasional. (mau/dwi/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi