Halo Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait kembali mengeluarkan instruksi keras terkait agenda rekreasi, study tour, atau field trip dan sejenisnya, untuk lembaga pendidikan di wilayahnya.
Di hadapan ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Jember, ia melarang keras seluruh sekolah melakukan kunjungan wisata ke luar daerah.
Ia menyentil adanya laporan mengenai sekolah swasta yang masih nekat memboyong siswanya berlibur ke luar wilayah Jember.
Ia mengingatkan agar lembaga swasta tidak merasa kebal terhadap kebijakan pemerintah daerah.
"Saya dengar ada sekolah swasta yang rekreasi keluar Jember. Saya bilang, 'Oh, mentang-mentang bukan negeri, enggak takut sama Pemkab Jember?'
Baca Juga: Bangun Mindset Pemimpin Sekolah! Ratusan Kepsek, Pengawas dan Penilik Ikut Bimtek
Ingat, dia berdiri di Jember! Yang mengeluarkan izin operasional adalah Pemkab Jember!" katanya, saat berbicara di hadapan 734 kepala sekolah SD dan SMP se-Jember, di Aula SMPN 7 Jember (23/5).
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan bahwa perputaran ekonomi dari sektor pariwisata harus dinikmati oleh masyarakat Jember sendiri.
Kebijakan ini diambil demi menggeliatkan potensi wisata lokal yang dinilai sudah sangat komplit dan tidak kalah saing dengan daerah lain.
Seruan ini sudah sempat diutarakan saat tahun pertama menjabat.
Gus Fawait menyatakan Pemkab Jember saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan penguatan ekonomi daerah, di mana sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utamanya.
Ia juga menilai, Jember memiliki lanskap pariwisata yang sangat kaya, mulai dari wisata pegunungan, wisata pantai, wisata kebun, hingga wisata agro.
Ia juga menitipkan pesan langsung agar sekolah-sekolah negeri maupun swasta, segera menyelaraskan program kegiatannya dengan garis kebijakan Pemkab Jember. "Titip salam saya kepada sekolah-sekolah swasta juga, ya.
Mereka semua ada di Jember, maka harus mengikuti aturan dari Pemerintah Kabupaten Jember," pungkas dia. (mau/nur/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi