HALOJEMBER - Presiden Prabowo Sering Kunker ke luar negeri dan sehari bisa menghabiskan Rp 20 miliar.
Hal ini memantik kritik tajam dari banyak kalangan. Ada dari komunitas hubungan internasional dan masyarakat.
Ada pula kritik tajam dari Connie Rahakundini Bakrie, Pakar Hubungan Internasional & Militer.
Anggaran Rp 20 miliar yang habis dalam sehari, disebut sangat kontras dengan kondisi di Indonesia yakni dengan potret kemiskinan dan kondisi anak-anak sekolah.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pasang badan, Dia pun memberikan klarifikasi resmi.
Menurutnya, Istana menegaskan lawatan luar negeri tersebut bukanlah kegiatan seremonial atau "gagah-gagahan", melainkan langkah strategis merintis hubungan di tengah gejolak krisis global.
Baca Juga: Sukses di Prancis, Presiden Prabowo Bawa Pulang Investasi dan Kerja Sama Rp 61,25 Triliun
Istana juga meluruskan dua poin utama terkait anggaran dan protokoler:
1. Biaya Mandiri: Segala kelebihan biaya atau ongkos tambahan di luar anggaran resmi negara sepenuhnya ditanggung menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo.
2. Rombongan Dipangkas: Jumlah delegasi yang ikut serta telah dipotong lebih dari separuh dibanding era pemerintahan sebelumnya, yaitu dibatasi hanya sekitar 50 hingga 60 orang saja.
3. Hasil Konkret: Pemerintah mengklaim diplomasi aktif ini berhasil membawa komitmen investasi sebesar Rp2.430 triliun ke Indonesia serta mengamankan pasokan energi nasional.
Penting di ketahui, berikut adalah perjalanan Presiden Prabowo yan terakhir ke luar negeri,
Prabowo melakukan aktivitas luar negeri berfokus pada penguatan kemitraan strategis di kawasan Eropa barat.
Baca Juga: Prancis Jadi Pelopor Dukung Palestina di Eropa, Presiden Prabowo Sampaikan Apresiasi Mendalam
Seperti, Kunjungan Kerja Resmi ke Paris, Prancis (26–29 Mei 2026)
· Agenda Utama: Presiden memenuhi undangan resmi kenegaraan (state visit) dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sempat tertunda beberapa kali.
· Misi Ekonomi & Pertahanan: Menghadiri peluncuran dewan bisnis yang menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar (sekitar Rp56 triliun) di bidang ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan.
· Agenda Sosial: Di sela-sela kunjungan kenegaraan, Presiden Prabowo menyempatkan diri melaksanakan ibadah Salat Iduladha bersama diaspora dan warga negara Indonesia di Paris.
Editor : Hariri HJ