Halo Jember - Berada di lingkaran tiga besar daerah berpenduduk terbanyak di Jawa Timur, Jember masih dibayangi oleh persoalan kemiskinan absolut yang tinggi.
Menjawab itu, Bupati Jember Muhammad Fawait memilih menempuh jalur akselerasi yakni membawa sektor pekerja migran menjadi motor penggerak ekonomi yang terdidik dan terlindungi secara hukum.
"Mereka (PMI) berkontribusi besar bagi keluarga dan bangsa. Kami akan terus hadir untuk memastikan mereka mendapatkan informasi, pelatihan, dan perlindungan yang memadai," katanya, saat kesempatan jalan sehat Gerakan Nasional Migran Aman, bersama Wamen P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Minggu (14/6).
Gus Fawait, sapaan dia, juga berencana mengakselerasi program go global yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto lewat penyerapan lulusan SMK. Bahkan, ia mendorong Kementerian P2MI untuk penyediaan lahan siap bangun untuk pusat pelatihan kerja.
Menurutnya, perlindungan keluarga yang ditinggalkan adalah kunci stabilitas. Karena itu, program pendukung seperti beasiswa kuliah bagi anak-anak PMI, dipastikan berlanjut dengan lonjakan kuota tahun ini.
Di parlemen, ia mengaku terus mendesak penguatan payung hukum yang inklusif agar setiap risiko ini bisa ditekan hingga ke level nol. "Kami berkomitmen untuk bagaimana membuat desa di seluruh Jember ini menjadi Desa Migran. Insya Allah tinggal Perda-nya saja," pungkas Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi