Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gus Fawait Dinobatkan sebagai Pelopor Penggerak Ekonomi Kreatif Mendunia dan Tata Kelola Pemberdayaan Agraris Terbaik, Simak Penjelasannya!

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:34 WIB
APRESIASI: Bupati Gus Fawait menerima penghargaan di bidang pendidikan, saat menjadi pembicara di Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, di Sleman, Yogyakarta, (2/7). (Dok. Gus fawait untuk Halo Jember)
APRESIASI: Bupati Gus Fawait menerima penghargaan di bidang pendidikan, saat menjadi pembicara di Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, di Sleman, Yogyakarta, (2/7). (Dok. Gus fawait untuk Halo Jember)

YOGYAKARTA, Halo Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait kembali menyabet dua penghargaan bergengsi dari insan media dan Lingkar Daerah Belajar. Ia dinobatkan sebagai Pelopor Penggerak Ekonomi Kreatif Mendunia dan Tata Kelola Pemberdayaan Agraris Terbaik.

Ia juga diapresiasi sebagai kepala daerah yang sukses Menumbuhkan Benih Kepedulian dan Keberanian Membuka Ruang Belajar Bersama Demi Kemajuan Pendidikan.

​Bagi dia, penghargaan itu menjadi vitamin sekaligus suntikan motivasi untuk terus konsisten berinovasi. Namun, ia menegaskan bahwa muara dari segala kebijakan yang dilahirkannya bukanlah demi mengejar trofi atau predikat di atas kertas.

​"Secara teori, pendidikan adalah sebuah instrumen untuk mengangkat derajat hidup masyarakat, termasuk terkait masalah ekonomi, khususnya pengentasan kemiskinan," katanya, dalam keterangan resminya (4/7).

​Salah satu bukti nyata komitmen di sektor pendidikan adalah keberhasilan Pemkab Jember di bawah kepemimpinannya memboyong program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat, sepanjang tahun 2025.

Kucuran dana jumbo direalisasikan untuk membenahi infrastruktur pendidikan. Antara lain untuk 6 PAUD sebesar Rp 1,708 miliar, 74 Sekolah Dasar (SD) senilai Rp 45,915 miliar, serta 44 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan total Rp 42,415 miliar.

​Tak hanya di sektor pendidikan, perhatian Gus Fawait pada potensi lokal juga mendongkrak sektor ekonomi kreatif (ekraf). Jember dinilai memiliki akar ekraf yang kokoh sejak puluhan tahun silam, jauh sebelum istilah ini populer. (mau/bud/yul)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#Gus Fawait #yogyakarta #pemkab