KALIWATES, Halo Jember - Permasalahan perikanan, perkapalan hingga penyaluran BBM Bersubsidi jenis solar bagi nelayan, akhirnya mendapat atensi langsung dari pendapa.
Bupati Jember Muhammad Fawait, mengaku sikap pemda sempat di posisi dilematis.
Di satu sisi didesak segera menerbitkan barcode BBM bersubsidi nelayan, di sisi lain mayoritas kapal nelayan lokal belum mengantongi izin resmi.
"Izin itu (perkapalan) kewenangan provinsi dan pusat. Tapi kami (pemkab) diminta mengeluarkan barcode BBM bersubsidi," aku Gus Fawait, saat menyampaikan progres kinerjanya, di Kantor DTPHP Jember, (6/6).
Meski begitu, Gus Fawait menegaskan jajarannya tidak ingin serampangan menerbitkan barcode.
Jika Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Jember nekat meloloskan barcode untuk kapal bodong, hal itu bisa diendus APH.
"Nanti pak kadisnya bisa diperiksa pidana lagi," sentilnya.
Karut-marut ini diperparah oleh fakta bahwa selama bertahun-tahun, Jember rupanya tidak memiliki perangkat pengawas dan syahbandar perikanan sendiri.
Padahal, Jember memiliki garis pantai selatan yang panjang dengan basis nelayan besar, seperti di Kecamatan Puger.
Syahbandar bertugas menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) setelah memastikan kelaiklautan kapal dan dokumen. Sedangkan Pengawas Perikanan memastikan kelengkapan operasional seperti Surat Laik Operasi (SLO) serta kepatuhan alat tangkap ikan.
Tanpa adanya Syahbandar, otomatis penerbitan SPB dan pengecekan kelaikan kapal menjadi lumpuh atau harus.
"Saya juga baru tahu, ternyata Jember ndak punya Syahbandar. Hari ini sudah ada Syahbandar-nya. Pengawas perikanan kemarin tidak punya, sekarang kita sudah punya," katanya.
Gus Fawait meminta nelayan bersabar. Ia mengaku telah meminta DKPPP proaktif jemput bola, berkoordinasi dengan Pemprov dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, demi memastikan para nelayan tetap mendapat haknya melaut.
"Saya sudah minta pak kadis DKPPP untuk menyelesaikan persoalan perizinan kapal dan solar subsidi untuk kapal nelayan ini bisa tuntas. Tidak hanya di Puger, tapi di seluruh pesisir Jember," pungkas dia. (mau/nur/yul)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi