Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gus Fawait Tegaskan Laju Inflasi Jember Berada di Level Aman, Ini dia Rapor Inflasi Jember Terbaru

Yulio Faruq Akhmadi • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:51 WIB
MASIH TERKENDALI: Pergerakan inflasi bulanan yang terpantau melandai juga berdampak langsung terhadap stabilitas harga-harga kebutuhan pokok di pasar. (Maulana/Halo Jember)
MASIH TERKENDALI: Pergerakan inflasi bulanan yang terpantau melandai juga berdampak langsung terhadap stabilitas harga-harga kebutuhan pokok di pasar. (Maulana/Halo Jember)

SUMBERSARI, Radar Jember - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus menekan daya beli, Jember baru-baru ini mencatat tren positif dengan menekan laju inflasi tahunan hingga berada di angka 3,13 persen per Juni 2026.

Angka ini secara impresif berada di bawah rata-rata nasional yang bertengger di posisi 3,34 persen.

​Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkap upaya menjinakkan indeks harga konsumen ini merupakan buah dari intervensi dan konsolidasi lintas sektor guna menjaga daya beli masyarakat tetap kokoh.

"Inflasi yang terkendali adalah hasil kerja bersama. Mari kita terus jaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat Jember," katanya, Selasa, (7/7).

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, rapor hijau perekonomian Jember tercermin dari pergerakan harga bulanan (Mei ke Juni 2026) yang bergerak tipis 0,11 persen.

Indikator ini mencerminkan fluktuasi harga jangka pendek di pasar tradisional maupun modern relatif stabil. Sementara itu, inflasi tahun kalender (Januari–Juni 2026) bisa ditekan pada level aman 1,35 persen.

​Jika ditarik garis ke belakang, grafik inflasi tahunan (YoY) Jember sempat mengalami guncangan hebat pada awal tahun.

Setelah menutup tahun 2025 di angka 2,77 persen pada Desember, Jember menghadapi tekanan inflasi tertinggi pada Februari 2026 yang melonjak hingga 4,86 persen.

Lewat intervensi cepat, angka itu perlahan bisa ditekan kembali dari 3,88 persen di Maret, hingga mendarat di posisi 3,13 persen pada Juni.

Menurut Gus Fawait, angka-angka statistik ini berdampak konkret di dapur warga: pendapatan riil masyarakat tidak tergerus, pasar bergairah, dan ada kepastian usaha karena minimnya gejolak harga pangan pokok.

Ia juga membeberkan empat langkah Pemkab Jember menahan laju harga.

Pertama, menjaga produktivitas sektor pertanian lokal sebagai pilar pasokan utama; menggelar operasi pasar murah secara berkala; mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), gerak cepat Pemkab, Bank Indonesia, Bulog, serta pelaku usaha.

Dan keempat, memperketat manajemen logistik dan transportasi guna memotong hambatan distribusi barang. "Komitmen stabilitas ini akan terus kita kawal bersama demi menjaga kesejahteraan warga," pungkas Gus Fawait. (mau/nur/yul)

Berikut Rapor Inflasi Jember (Juni 2026)*
-​ Bulan Ini (MtM): 0,11% (Kenaikan harga sangat rendah)​
- Tahun Berjalan (YtD): 1,35% (Kenaikan sejak Januari terkendali)

- ​Tahunan (YoY): 3,13% (Lebih rendah dari rata-rata Nasional)

- ​Nasional (YoY): 3,34%

Inflasi Jember lebih rendah dibanding inflasi Nasional dan berada dalam rentang sasaran target (1,5% - 3,5%).
*Sumber: BPS RI dan BPS Jember, Juni 2026)

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
#Gus Fawait #jember #ekonomi #inflasi