SUKORAMBI, Halo Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat lewat kenaikan pajak.
Alih-alih menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan instrumen fiskal yang kaku, ia mengaku menginginkan model yang lebih inklusif, dengan strategi relaksasi dan intervensi langsung pada sektor informal.
"Kita sampaikan bahwa PAD yang tinggi itu, insya Allah ke depan dengan cara tanpa menaikkan pajak. Bahkan kita berencana melakukan relaksasi," katanya, saat serap aspirasi dan sosialisasi program, dalam giat Bunga Desaku Sukorambi, pekan lalu (28/6).
Langkah konkret yang kini tengah dimatangkan adalah pemberian subsidi bunga pinjaman pada tahun 2027 bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL).
Gus Fawait, sapaan dia, mengakui bahwa kebijakan ini merespons langsung usulan dari arus bawah yang membutuhkan suntikan modal tanpa jeratan bunga tinggi.
Lebih lanjut, ia mengemukakan bahwa data makroekonomi, performa Jember saat ini berada di atas angin.
Sepanjang kuartal I 2026, pertumbuhan ekonomi menyentuh fi atas 6 persen, dan capaian pendapatan Jember tercatat sebagai yang tertinggi di wilayah Sekar Kijang (eks-Keresidenan Besuki dan sekitarnya).
Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unair ini cukup optimis, memperkuat fondasi sektor informal yang padat karya akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tapi juga berkeadilan.
"Harapan kami, dengan memperkuat sektor informal yang jumlahnya sangat besar di Jember, pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik dan pemerataan ekonomi juga bisa terwujud," pungkas Politisi Partai Gerindra itu. (mau/nur)
Editor : Yulio Faruq Akhmadi