Program Homecare Jember Diisukan Sebatas Formalitas, Pemkab Jember Berikan Bantahan!

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 23:13 WIB
DIPERLUAS: Salah satu warga sasaran program Homecare Jember saat didatangi oleh tim medis setempat.(MAULANA/RADAR JEMBER)
DIPERLUAS: Salah satu warga sasaran program Homecare Jember saat didatangi oleh tim medis setempat.(MAULANA/RADAR JEMBER)

Halo Jember - Salah satu program unggulan pemerintah daerah yakni pelayanan kesehatan door to door ke rumah-rumah warga atau Homecare, mendadak menuai sorotan.

Program besutan Bupati Jember Muhammad Fawait ini sempat diisukan hanya formalitas, sekadar memeriksa warga, mengambil foto dokumentasi, lalu meninggalkan lokasi tanpa penanganan lebih lanjut.

Indikasi formalitas itu kian terlihat dari masifnya konten-konten tentang Homecare yang terus berseliweran di media sosial, diposting oleh setiap OPD di lingkungan Pemkab Jember. Merespon hal ini, Dinas Kesehatan Jember melalui jajarannya pun akhirnya mulai buka suara.

Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, membantah bahwa program anyar ini sekedar formalitas belaka. Menurut dia, prosedur pemeriksaan di rumah warga baru merupakan tahap awal penanganan medis, bukan formalitas belaka.

Baca Juga: Lahan Tebu di Jember Kian Menyusut! FKPPN Minta Tambahan ke Pusat

​"Pemeriksaan di rumah warga itu langkah awal deteksi, bukan akhir pelayanan," katanya, dalam keterangan resminya, Sabtu (19/9).

Sebagaimana diketahui, program yang dilaunching sejak Juli 2026 ini menargetkan sasaran sebanyak 25 ribu keluarga rentan. Kriterianya mencakup warga miskin ekstrem, lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, hingga balita terindikasi stunting.

Dalam skemanya, tim medis mendatangi kediaman warga sasaran setiap bulan untuk pemeriksaan dasar, pemberian obat, hingga fasilitas telemedicine. Untung mengatakan, alur pelayanan berlanjut sesuai kondisi pasien. Jika bergejala ringan, pengobatan diberikan langsung di tempat.

Namun, pasien yang butuh penanganan intensif bakal langsung dirujuk ke rumah sakit. Di luar sasaran utama, warga juga bisa mengajukan laporan melalui saluran Wadul Gus'e untuk diverifikasi. "Jadi tindakan disesuaikan dengan kebutuhan pasien," katanya.

Ia membantah bahwa ukuran program ini hanya ditentukan dari masifnya dokumentasi atau postingan di media sosial, tapi bermuara pada pelayanan yang tepat. ​"Keberhasilan program ini bukan diukur dari foto yang diunggah ke media sosial, tapi dari tindak lanjut dan rujukan medis yang tepat," katanya.

Terpisah, Bupati Jember Muhammad Fawait sempat mengemukakan bahwa program ini dirancang bukan sekedar membawa dokter pribadi untuk warga miskin saja, tapi menghadirkan kesembuhan dari depan pintu rumah sasaran.

Bahkan demi mengejar kenaikan target hingga 50 ribu sasaran, ia mengerahkan unsur kepala OPD, Camat hingga lurah, turun langsung ke lapangan memantau pelaksanaan layanan medis antar-jemput tersebut, setiap Jum'at, secara giliran.

"Saya tidak mau hanya terima laporan saja, mereka (kepala OPD) juga harus turun. Saya ingin program prioritas ini betul-betul bisa lebih cepat lagi dan bisa lebih diperluas lagi," tambah dia. (mau/nur)

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Homecare jember