HALOJEMBER - Warna kehijauan menjadi nuansa dominan yang dipancarkan danau Ranu Kumbolo. Lama tak dikunjungi karena jalur pendakian Gunung Semeru yang ditutup membuat pesonanya sekarang diibaratkan seperti potongan surga.
Sematan itu sangat cocok untuk menggambarkan keindahan danau yang terletak di ketinggian 2.395 mdpl itu.
Akses pendakian Gunung Semeru yang lama ditutup membuat banyak kalangan cukup dilanda rindu mendalam.
Kabar gembira pun tiba, di mana aktivitas pendakian kembali dibuka untuk para pendamba. Tapi, batas yang ditetapkan hanya sampai Ranu Kumbolo yang juga tidak kalah akan pesonanya.
Jawa Pos Radar Semeru mendapat kesempatan untuk mengabadikan keindahan Ranu Kumbolo yang sudah tak tersentuh kunjungan selama lima tahun terakhir.
Kunjungan kesekian kali itu terbilang masih tidak mengecewakan. Cuaca yang mendukung tanpa mendung membuat keindahan Ranu Kumbolo sangat membius pasangan mata.
Salah satu teman perjalanan menuju Ranu Kumbolo Wiwik mengatakan, kunjungan perdana dalam hidupnya menuju Ranu Kumbolo memberikan sensasi tak terbayarkan.
Impiannya yang telah lama terpendam itu disyukuri bisa kesampaian saat kecantikan Ranu Kumbolo ada di titik penuh.
"Indah banget pokoknya, viewnya terlalu memukau dan ini keberuntungan buat aku yang baru pertama kali berkunjung ke sini," katanya, saat menikmati keindahan Ranu Kumbolo.
Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antono, Senin (23/12) kemarin.
Takjub akan pesona danau dengan bentangan sekitar 12 hektare itu juga menjadi sensasi yang ikut dirasakannya.
Ungkapan potongan surga yang jatuh di dunia bahkan disematkan Raja Juli Antoni karena terpukau dengan Ranu Kumbolo.
"Inilah ya, gambaran potongan surga yang jatuh ke dunia, cantik sekali. Soal Ranu Kumbolo sih gak ada duanya," tuturnya saat melihat keindahan Ranu Kumbolo dari bukit tanjakan cinta. (has/qal)
Editor : Halo Jember