Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ziarah Milenial di Sunan Giri Gresik : Antara Tradisi dan Gaya Baru

Halo Jember • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:00 WIB
suasana makam sunan giri di Gresik Jatim
suasana makam sunan giri di Gresik Jatim
 Halo Jember - Kompleks Makam Sunan Giri di Gresik, Jawa Timur, tak pernah sepi dari pengunjung.

Ziarah ke makam salah satu Wali Songo ini telah menjadi tradisi panjang masyarakat Muslim Jawa.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, wajah peziarah mulai berubah.

Anak-anak muda, bahkan yang masih remaja, tampak hadir dengan gaya kasual.
Mereka datang tidak hanya membawa doa, tetapi juga kamera ponsel dan semangat dokumentasi.

Ziarah bukan lagi sekadar laku spiritual, tapi juga pengalaman budaya yang ingin dibagikan.

Banyak dari generasi milenial yang merekam perjalanan mereka ke Sunan Giri untuk konten media sosial.

Beberapa membuat vlog religi, dokumentasi sejarah, hingga sekadar unggahan story Instagram.

Tradisi dan kekinian bertemu dalam satu ruang ziarah. Baca Juga: Warisan Habib Sholeh Tanggul, Sosok Wali Qutub yang Menyembuhkan Putra Raja Arab Saudi

Fenomena ini tidak lepas dari tumbuhnya minat generasi muda terhadap sejarah Islam Nusantara.
Ziarah menjadi cara mereka mendekat pada nilai-nilai keislaman, tapi dengan pendekatan yang lebih personal dan visual.

Bukan lagi hanya mengikuti rombongan keluarga, banyak yang datang secara mandiri bersama teman sebaya.

Meski hadir dengan gaya berbeda, niat mereka tetap mengandung unsur penghormatan dan spiritual.
Bahkan tak jarang para milenial menyempatkan diri membaca doa-doa secara mandiri.

Mereka juga ikut menjaga ketenangan di sekitar makam utama.

Namun tentu saja, perubahan ini tidak tanpa kontroversi.

Baca Juga: Ciri-ciri Orang yang Diduga Kena Pelet: Ini Mitos dan Gejala Psikologis

Sebagian orang tua merasa ziarah yang diselingi swafoto atau konten dianggap mengurangi kekhusyukan.
Tapi bagi milenial, ini cara mereka menjangkau makna dengan bahasa zaman mereka sendiri.

Di sisi lain, kawasan sekitar makam kini menyesuaikan diri dengan kehadiran generasi muda ini.
Penjual makanan kekinian dan tempat foto yang estetik mulai bermunculan.
Ekonomi lokal pun terdongkrak, seiring dengan meningkatnya kunjungan lintas generasi.

Ziarah tidak kehilangan ruhnya, namun kini tampil dalam wajah yang lebih inklusif.

Tradisi masih dijaga, tapi dibalut dengan cara yang membuatnya lebih akrab bagi generasi baru.

Di tengah era digital, ziarah tetap menjadi ruang pencarian makna, meski dengan pendekatan yang lebih santai.

Makam Sunan Giri menjadi contoh bahwa tradisi tak harus kaku.
Ia bisa menyesuaikan diri, tanpa kehilangan esensinya.

Ziarah milenial adalah cermin bahwa nilai spiritual bisa tumbuh di antara gawai dan gaya.

Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa

Editor : Dwi Siswanto
#muslim jawa #gresik #islam nusantara #sunan giri #wali songo #Sunan Giri Gresik