HALOJEMBER – Suasana Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Jember selalu memiliki magnet tersendiri bagi para pemudik.
Di tahun 2026 ini, Jember tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kota yang menjunjung tinggi kekeluargaan.
Jika kamu sedang berada di Jember, kamu akan merasakan hangatnya tradisi "Anjangsana" atau berkeliling mengunjungi sanak saudara yang dilakukan secara serentak sejak pagi hari setelah salat Id.
Baca Juga: Jangan Asal Makan, Berikut ini Tips dan Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur Bulan Ramadan
Tradisi ini tidak hanya sekadar bersalaman, tetapi menjadi momen untuk mempererat kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena jarak.
Kuliner Tape dan Suwar-Suwir yang Ikonik
Lebaran di Jember tidak akan lengkap tanpa kehadiran sajian khasnya.
Baca Juga: Makan Enak, Kulit Ikutan Glowing Berikut ini Deretan Makanan buat Clear Skin
Selain ketupat dan opor ayam, kamu pasti akan menemukan Tape singkong madu dan Suwar-suwir di hampir setiap meja tamu.
Tekstur tape yang lembut dan manis memberikan sensasi berbeda dalam perayaan Idul Fitri di kota ini.
Jangan heran jika kamu disuguhi berbagai olahan tape kreatif, mulai dari Proll Tape hingga cokelat isi tape yang kekinian.
Baca Juga: Perut Kembung Bikin Nggak Pede? Ini Makanan yang Bisa Bantu Debloat
Ziarah Makam Keluarga
Setelah melakukan anjangsana ke rumah sesepuh, masyarakat Jember biasanya melanjutkan agenda dengan ziarah kubur.
Di pemakaman-pemakaman umum Jember, kamu akan melihat kerumunan warga yang mendoakan leluhur sambil menaburkan bunga mawar dan melati.
Baca Juga: Nggak Cuma Skincare, Niacinamide Juga Ada di Makanan Ini
Tradisi ini menjadi pengingat bagi warga akan asal-usul keluarga dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di hati generasi muda.
Editor : Rifki Bagus