Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Porang, Spesial Makanan Rendah Karbo dan Bebas Gluten yang jadi Tren Tahun 2026

Hariri HJ • Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB
Gambar porang yang kini jadi trend makanan rendah Karbo tahun 2026. (brilian abdillah/ai/halojember)
Gambar porang yang kini jadi trend makanan rendah Karbo tahun 2026. (brilian abdillah/ai/halojember)

HALOJEMBER - Beberapa tahun terakhir ini, tren gaya hidup sehat dapat ikatakan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Gaya hidup sehat seperti tren olahraga, pola kerja hingga pola makan menjadi hal yang ramai diikuti oleh masyarakat terutama ketika dilihat di media sosial.

Kesadaran masyarakat terhadap penyakit dan masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, intoleransi gluten, dan gaya hidup sehat membuat orang-orang mencari alternatif-alternatif gaya hidup termasuk makanan sehari-hari.

Sebenarnya tren-tren kesehatan ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga Dunia. Ketika makanan-makanan modern saat ini mulai banyak dikatakan tidak sehat atau Ultra-processed foods.

Baca Juga: Makanan yang Baik Dikonsumsi Sebelum Haji agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Alternatif-alternatif makanan pun mulai dicari oleh masyarakat, orang-orang mencari alternatif nasi dan tepung yang lebih ramah tubuh. Salah satu bentuk usaha mencari alternaitf ini muncul sebagai tren diet rendah karbohidrat dan gaya hidup bebas gluten.

Namun tenang saja, di tengah maraknya tren diet rendah karbohidrat dan gaya hidup bebas gluten, satu tanaman lokal yang dulu dianggap remeh kini naik kelas yaitu porang (Amorphophallus muelleri).

Porang adalah tanaman umbi-umbian yang masih bersaudara dengan suweg dan bunga bangkai. Berbeda dengan umbi lain yang tinggi karbohidrat, porang justru rendah kalori dan bebas gluten.

Baca Juga: Makanan Jemaah Haji Indonesia Diawasi Ketat di Madinah, Benarkah Dimasak sejak Tengah Malam?

Keajaiban Porang

Rahasia utama porang terletak pada kandungan glukomanan, serat alami larut air yang sangat tinggi.

Glukomanan inilah yang membuat porang mampu menjadi pengganti bahan makanan yang sehat, khususnya untuk mereka yang mengidap diabetes dan sedang menjalani program diet.

Lantas, mengapa glukomanan begitu istimewa bagi tubuh?

Pertama, serat ini mengikat air dan membentuk gel di saluran pencernaan, sehingga menciptakan rasa kenyang lebih lama, menekan nafsu makan, dan ideal untuk menurunkan berat badan. 

Kedua, glukomanan memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, yang sangat bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan mencegah lonjakan insulin.

Penelitian dalam jurnal Nutrients mengonfirmasi bahwa suplementasi glukomanan secara rutin dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan insulin puasa secara signifikan.

Baca Juga: Wakul Bu Tjipto, Rekomendasi Makanan Lumajang dengan Rasa seperti di Rumah Sendiri

Ketiga, serat ini juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, dengan data menunjukkan penurunan kolesterol total hingga 19 mg/dL dan LDL 16 mg/dL.

Keempat, sebagai prebiotik alami, serat glukomanan bekerja membersihkan saluran pencernaan dan melancarkan buang air besar, mencegah sembelit.

Sifat bebas glutennya pun menjadikan porang aman bagi penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten, sehingga aman dikonsumsi tanpa risiko peradangan. Penelitian dari Universitas Sumatera Utara pada 2026 juga membuktikan tepung porang dapat menjadi pengganti tepung terigu yang efektif dalam pembuatan nugget sapi, dengan hasil optimal pada substitusi 15%.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner  Malang Dekat Stasiun, Surga Makanan untuk Traveler Lapar

Selain kadungan glukomanan-nya, Porang juga mampu diolah menjadi banyak sekali macam makanan yang dapat menggantikan makanan kita sehari-hari kita.

Menggantikan beras, porang memiliki tekstur yang sangat mirip dengan beras atau nasi putih nantinya Cara masaknya pun sangat praktis, cukup direndam air panas selama 10-15 menit.

Pilihan lainnya adalah mie shirataki Jepang yang berbahan 95% air dan serat glukomanan, sangat kenyal dan cocok untuk diet keto. Kini juga muncul kudapan modern berbahan porang, seperti mochi porang, kastengel keju tepung porang, hingga onigiri isi abon ayam.

Menguntungkan Petani dan Ekonomi Lokal

Bagi kita masyarakat Indonesia, porang tidak hanya menjadi alternatif sumber makanan yang sehat dan serba guna.

Porang juga merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Porang menjadi salah satu primadona agribisnis nasional Indonesia pada tahun 2026, dengan nilai ekspor porang ke Jepang, China, dan Korea pun sangat tinggi sebagai bahan baku mi sehat dan konyaku.

Sehingga nantinya keberhasilan budidaya Porang ini juga mengalir ke kantong petani.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner  Malang Dekat Stasiun, Surga Makanan untuk Traveler Lapar

Bahkan setelah sempat jatuh ke titik terendah Rp600 per kilogram, harga umbi porang kini berangsur pulih dan merangkak naik ke kisaran Rp6.500 hingga Rp11.000 per kilogram.

Mulai Diet Sehat dengan Porang? Ini Panduan Singkatnya

Untuk memulai diet sehat dengan porang, pilihlah produk olahan yang tepat, seperti mie shirataki untuk diet keto, beras porang yang praktis, atau mi porang instan rendah kalori. Imbangi dengan minum air putih yang cukup (minimal 2 liter sehari) agar serat glukomanan dapat mengembang sempurna.

Jangan jadikan porang sebagai satu-satunya sumber makanan, padukan dengan lauk tinggi protein seperti ayam, ikan, tahu, atau tempe. Untuk memastikan keaslian produk, beberapa panduan praktis juga bisa diterapkan, seperti mengenali perbedaan antara beras porang, beras shirataki, dan beras putih.

Baca Juga: Hubungan Makanan dan Mood, Apa yang Kamu Makan Bisa Pengaruhi Perasaanmu

Akhirnya, pilihlah produk yang memiliki izin edar BPOM demi keamanan pangan.

Porang adalah hadiah alam Indonesia yang belum banyak dilirik. Dengan kandungan rendah karbohidrat, bebas gluten, dan segudang manfaat kesehatan. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Porang #Makanan Rendah Karbo #Bebas Gluten #Tren Tahun 2026 #spesial