HALOJEMBER – Mungkin selama ini kita selalu mengenal porang (Amorphophallus muelleri) sebagai tanaman yang hanya bermanfaat di bidang alternatif makanan, seperti beras porang hingga mie shirataki.
Namun tau kah Anda, umbi yang sempat viral ini juga menyimpan potensi besar di industri tekstil.
Berbagai sumber, misalnya kebundigital, menyebut bahwa ekstrak umbi porang, khususnya glukomanan, sudah lama digunakan sebagai campuran penguat dan pengilap kain katun atau wol karena hasilnya yang lebih baik dengan harga lebih murah, bahkan glukomanan juga digunakan sebagai bahan perekat cat dan kertas yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Porang vs Singkong dan Kentang, Perbandingan Keuntungan dan Prospek Budidaya di Jawa Timur
Artinya, porang tak hanya berhenti di piring makan kita, tapi juga menjamah lemari pakaian.
Glukomanan: Serat Ajaib
Porang memiliki kandungan Glukomanan, kandungan ini adalah polisakarida larut air dengan keistimewaannya terletak pada kemampuannya menyerap air hingga 10 kali lipat dari beratnya sendiri.
Sifat ini memungkinkan glukomanan menjadi pembentuk gel yang stabil sekaligus bahan baku potensial untuk berbagai produk tekstil.
Lebih dari itu, glukomanan adalah serat alami 100% yang berasal dari tanaman dan terurai secara hayati (biodegradable).
Baca Juga: Tips Daftar Registrasi Lahan Porang di Jember Agar Dapat Bantuan Pemerintah
Dalam industri tekstil, sifat hidrokoloid glukomanan digunakan untuk meningkatkan tekstur, kelembutan, dan daya tahan kain.
Karena itu, zat ini menjadi bahan penyempurna, yang mampu mempertahankan elastisitas serat, sehingga kain yang dihasilkan lebih nyaman dipakai dan tidak mudah rusak.
Electrospinning
Para peneliti dari Korea Institute of Industrial Technology (KITECH), bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, telah menemukan metode untuk mengolah serat porang melalui teknologi electro spinning.
Serat kain non-woven identik dengan bahan medis sekali pakai yang sulit terurai, dengan serat porang, kain semacam itu bisa menjadi lebih ramah lingkungan karena bahan bakunya berasal dari alam dan mudah terurai.
Masa Depan
Indonesia adalah salah satu produsen porang terbesar di dunia pastinya memegang potensi yang luar biasa. Pada 2018 saja, ekspor porang tercatat mencapai 254 ton dengan nilai Rp11,31 miliar ke Jepang, Tiongkok, Vietnam, dan Australia.
Baca Juga: Tips Memilih Beras Porang Asli yang Bagus dan Tidak Palsu, Begini Caranya Jangan Sampai Salah
Dengan potensi itu bisa berlipat ganda jika kita tak hanya mengekspor umbi mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk jadi seperti serat tekstil dan pewarna alami.
Glukomanan bukan sekadar serat diet yang membantu menurunkan kolesterol atau mengatur gula darah, tetapi di balik umbi porang yang sederhana, tersimpan potensi masa depan fashion yang berkelanjutan. (mg4)
Editor : Hariri HJ