Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengapa Daging Kurban Lebih Baik Tak Dicuci? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Hariri HJ • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:27 WIB
Tukang jagal di Rumah Pemotongan Hewan Jember kota tengah sibuk melakukan pemotongan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi selama Lebaran (Dok.HaloJember)
Tukang jagal di Rumah Pemotongan Hewan Jember kota tengah sibuk melakukan pemotongan sapi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi selama Lebaran (Dok.HaloJember)

HALOJEMBER – Mendekati Idul Adha sering muncul pertanyaan atau mitos jika daging yang di dapat dari kurban tidak boleh dicuci dan sebaiknya langsung dimasak.

Mencuci daging mentah, seperti daging ayam dan kambing, sudah jadi ritual wajib dan lumrah di dapur Indonesia.

Tapi khusus kasus daging kurban, ada yang bersikeras daging justru tidak boleh terkena air, katanya mencuci daging bisa merusak kualitas, membuat daging lebih cepat busuk, bahkan menyebarkan bakteri patogen ke permukaan dapur.

Baca Juga: Mengapa Daging Kurban Dibagi 3? Ini Rahasia di Balik Angka yang Jarang Dibahas

Tentu kebijakan atau budaya mencuci daging dapat berbeda-beda tergantung tiap daerah.

Seperti di banyak negara Barat, otoritas keamanan pangan seperti USDA sudah lama mengimbau untuk tidak mencuci daging mentah. 

Hal ini karena menurut USDA, percikan air dari mencuci daging dapat menyebarkan bakteri Salmonella dan Campylobacter hingga radius 50 cm, Risiko ini dikenal sebagai kontaminasi silang.

Baca Juga: 5 Kesalahan Fatal Beli Hewan Kurban untuk Idul Adha yang Bikin Penyesalan! Cek Sebelum Terlambat

Sementara di Indonesia, tradisi mencuci daging masih dianggap sebagai jaminan kebersihan

Para ahli pangan menjelaskan bahwa daging hasil penyembelihan syariat yang benar sebenarnya sudah melalui proses penuntasan darah yang optimal. 

Mencucinya kembali dengan air justru akan meningkatkan kadar air permukaan, menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri.

Sehingga larangan mencuci daging bukanlah mitos melainkan Kesimpulan dari data hasil penelitian.

Lantas apakah kita tidak boleh mencuci daging sedikitpun ?

Nah, karena masalah utama ada pada penyebaran akibat percikan atau lewat air maka sangat di anjurkan untuk tidak mencuci.

Baca Juga: Hindari Keracunan Daging Kurban saat Hari Raya Idul Adha, Apa Saja yang Harus Diwaspadai?

Kalaupun terpaksa atau keadaan mengharuskan seperti daging kotor jatuh ke tanah atau masih banyak darah maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan :

1. Jika daging hanya berdarah atau ada kotoran ringan, anda bisa gunakan tisu dapur (paper towel) atau kain bersih sekali pakai untuk menyerap darah dan membersihkan kotoran di permukaan daging. Jika perlu, Anda bisa mengerok bagian yang sangat kotor dengan pisau.

2. Jika daging tercemar berat (tanah, pasir, rumput), anda bisa melakukan Blansir atau rebus sebentar. Atau jika terpaksa metode bilas dengan air mengalir, karena bahayanya berasal dari cipratan air atau sebaran air, pastikan cipratan terkontrol atau tidak menyebar kemana-mana sehingga meminimalisir percikan.

Semoga penjelasan ini membantu. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Mengapa Daging Kurban Lebih Baik Tak Dicuci? #Begini Penjelasan Ilmiahnya #tradisi mencuci #aging ayam dan kambing #idul adha