HALOJEMBER – Tren healing di kalangan masyarakat usia produktif, khususnya Generasi Z, terus berkembang pada 2026.
Jika sebelumnya aktivitas seperti staycation, café hopping, atau berburu tempat estetik menjadi pilihan utama saat liburan, kini wisata alam berbasis petualangan mulai semakin diminati.
Salah satu aktivitas yang sedang naik daun adalah canyoneering atau canyoning, yakni wisata petualangan yang menggabungkan aktivitas menyusuri sungai, lembah, dan air terjun dengan trekking, rappelling, berenang, hingga melompat dari tebing rendah.
Konsep wisata yang memadukan keindahan alam dan tantangan fisik ini mulai mendapat perhatian luas sepanjang 2025 hingga 2026.
Canyoneering pun tidak lagi dipandang sebagai olahraga ekstrem yang hanya diminati komunitas tertentu, melainkan mulai menjadi bagian dari tren healing yang digemari anak muda.
Meningkatnya minat terhadap aktivitas tersebut turut dirasakan sejumlah operator wisata alam di Indonesia.
Mereka mencatat adanya kenaikan permintaan paket canyoning sejak awal 2026, terutama dari kalangan wisatawan muda yang mencari pengalaman berbeda saat berlibur.
Beberapa kawasan wisata alam di Jawa Timur, Bali, hingga Jawa Barat menjadi destinasi favorit karena menawarkan kombinasi panorama alam yang menarik dengan aktivitas yang memacu adrenalin.
Fenomena ini sejalan dengan laporan tren wisata 2026 yang menunjukkan bahwa wisata berbasis pengalaman autentik dan aktivitas di alam terbuka menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling cepat.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam ajang Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 menyebut sekitar 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia menjadikan wisata alam sebagai daya tarik utama.
Popularitas canyoneering juga semakin terdongkrak oleh media sosial. Berbagai unggahan yang menampilkan petualangan di sungai, tebing, dan air terjun menarik perhatian banyak pengguna internet karena menghadirkan pengalaman yang dianggap lebih menantang sekaligus menyegarkan.
Selain itu, semakin banyak operator wisata yang menawarkan paket canyoning bagi pemula sehingga aktivitas tersebut kini dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
Tak hanya menawarkan keseruan, wisata alam berbasis petualangan juga dinilai memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Aktivitas di alam terbuka disebut mampu membantu mengurangi kejenuhan sekaligus meningkatkan interaksi sosial antarpeserta perjalanan.
Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Wisatawan diimbau memilih operator resmi yang memiliki standar keamanan yang jelas, perlengkapan yang memadai, serta didampingi pemandu profesional selama kegiatan berlangsung.
Dengan tren yang terus meningkat, canyoneering diperkirakan masih akan menjadi salah satu aktivitas wisata yang diminati dalam beberapa tahun ke depan.
Selain menjadi alternatif healing, wisata petualangan ini juga dinilai memiliki potensi untuk memperkuat sektor pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Alifia Taufikurrohma Indah
Editor : Sidkin