Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Disparbudpora Bondowoso Bakal Usulkan Situs Batu Dakon Bujuk Lanceng Jadi Cagar Budaya Provinsi, Ini Alasannya

Sidkin • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:30 WIB
"Kendala utamanya data kita masih sangat kurang, terkait hasil kajian Batu Dakon ini. Makanya kemarin kita minta Prof. Blasius untuk bersama-sama melakukan kajian." HERY KUSDARYANTO, Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso. (ILHAM/RADAR IJEN)
"Kendala utamanya data kita masih sangat kurang, terkait hasil kajian Batu Dakon ini. Makanya kemarin kita minta Prof. Blasius untuk bersama-sama melakukan kajian." HERY KUSDARYANTO, Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso. (ILHAM/RADAR IJEN)

BONDOWOSO, Halojember - Saat ini, status situs Batu Dakon Bujuk Lanceng masih sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Meski demikian, status tersebut telah memperoleh perlindungan sebagaimana cagar budaya sambil menunggu proses penetapan resmi. Situs tersebut juga diwacanakan menjadi Cagar Budaya Jatim.

Plt Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso Hery Kusdaryanto mengatakan, pemerintah daerah akan menetapkan terlebih dahulu, sebagai cagar budaya kabupaten sebelum diusulkan ke tingkat provinsi. Namun, proses tersebut masih terkendala minimnya kajian ilmiah.

"Kendala utamanya data kita masih sangat kurang, terkait hasil kajian Batu Dakon ini. Makanya kemarin kita minta Prof. Blasius untuk bersama-sama melakukan kajian," jelasnya.

Baca Juga: Situs Batu Dakon Bhujuk Lanceng Bondowoso, Warisan yang Menunggu Pengakuan di Bukit Sarat Sejarah

Selain menyimpan nilai sejarah, lokasi Batu Dakon Bhujuk Lanceng juga dikenal memiliki tradisi yang masih dijaga masyarakat. Saat musim kemarau, warga setempat rutin mendatangi kawasan tersebut untuk berdoa memohon hujan sekaligus mengambil air dari sebuah cekungan batu di dekat makam Bujuk Lanceng.

Menurut Hery, air di cekungan tersebut tidak pernah kering sepanjang tahun dan biasa dipercikkan ke lahan pertanian sebagai simbol harapan agar hujan segera turun. "Kemarin dari dinas juga berdoa di sana, semoga hujan, dan ketika turun memang hujan," tuturnya.

Di kawasan puncak juga terdapat puluhan lubang pada batuan padas, yang oleh para peneliti, diduga berkaitan dengan sistem penanggalan tradisional dan penentuan pola tanam masyarakat masa lampau.

Baca Juga: Fakta Dibalik Batuan Zaman Klasik Situs Umpak Sewu di Hyang Argopuro

Meski menyimpan potensi wisata sejarah yang besar, akses menuju lokasi masih menjadi tantangan.

Dari Balai Desa Jirek Mas, perjalanan harus ditempuh sekitar satu jam menggunakan sepeda motor modifikasi milik warga, kemudian dilanjutkan berjalan kaki selama dua hingga tiga jam melintasi tanjakan terjal. "Medannya masih alami dan sangat berat," pungkasnya. (ham/nur)

Editor : Sidkin
#Situs Batu Dakon Bhujuk Lanceng #lokasi batu dakon bhujuk lanceng #Disparbudpora #cagar budaya #bondowoso