LUMAJANG, Halojember - Bagi pencinta petualangan, jalur alternatif menuju Wisata Hutan Bambu Lumajang menawarkan sensasi yang berbeda. Rute ini melewati kawasan aliran lahar dingin atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalur Pak Trubus.
Pengunjung harus melintasi sungai berbatu dengan arus yang terkadang cukup deras.
Bebatuan besar di sepanjang jalur membuat pengendara harus ekstra hati-hati agar kendaraan tidak terjebak, terutama bagi pengendara roda dua maupun mobil berpenggerak dua roda.
Baca Juga: Ingin Liburan ke Hutan Bambu Lumajang? Ini Dua Pilihan Jalur dengan Bonus Panorama Gunung Semeru
Karena kondisi tersebut, jalur alternatif tidak disarankan dilalui saat atau setelah hujan turun. Debit air sungai bisa meningkat sewaktu-waktu sehingga berpotensi membahayakan perjalanan.
Sebagai pilihan lain, wisatawan dapat melintasi jembatan gantung di wilayah Pasropan, Kecamatan Pasrujambe.
Di balik tantangan itu, jalur alternatif justru menawarkan daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Niken Suyanti, Working Mom dari Lumajang, Kejar Pendidikan sampai Doktor dan Relawan Jantung Bawaan
Selain memangkas waktu tempuh dibandingkan jalur utama, wisatawan akan dimanjakan panorama Gunung Semeru yang tampak megah di sepanjang perjalanan.
Perpaduan jalur yang memacu adrenalin dengan pemandangan pegunungan membuat perjalanan menuju Wisata Hutan Bambu menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang tak kalah menarik dibanding destinasi akhirnya.*
Editor : Sidkin