HALO JEMBER - Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak hanya dikenal lewat festival budayanya yang meriah dan hasil bumi yang melimpah, tetapi juga karena kekayaan seni batiknya yang terus berkembang di berbagai wilayah.
Salah satu desa yang kini menonjol sebagai sentra batik khas Jember adalah Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe.
Desa ini menjadi contoh nyata masyarakat pedesaan mampu mengolah potensi lokal menjadi karya seni bernilai tinggi, sekaligus melestarikan budaya tradisional warisan nenek moyang.
Produksi batik di Desa Sumberpakem berawal dari semangat masyarakat untuk menghadirkan identitas khas Jember melalui karya yang menggambarkan alam dan kehidupan sekitar.
Keunikan batik yang diproduksi di desa ini terletak pada motif dan warna yang terinspirasi dari kehidupan pedesaan, alam perbukitan, serta hasil bumi khas Jember seperti kopi dan tembakau.
Motif daun tembakau, bunga kopi, dan pemandangan lereng Pegunungan Argopuro sering kali menjadi pola utama dalam kain batik buatan pengrajin setempat.
Corak-corak tersebut tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyimpan makna filosofis tentang keseimbangan antara manusia dan alam.
Menariknya, meskipun berada di wilayah pedesaan, para perajin batik di Sumberpakem telah menguasai berbagai teknik membatik, baik teknik tulis, cap, maupun kombinasi modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
Mereka masih menggunakan canting dan malam sebagai alat utama, menjadikan setiap lembar batik memiliki keunikan tersendiri dan tidak bisa disamakan satu sama lain.
Dalam pewarnaan, banyak pengrajin juga beralih menggunakan pewarna alami dari tumbuhan sekitar, seperti daun mangga, kulit mahoni, dan akar mengkudu, yang memberi warna khas lembut namun tahan lama.
Salah satu hal yang membuat Desa Sumberpakem menarik adalah komitmen masyarakatnya dalam menjaga keberlanjutan budaya batik sebagai identitas lokal.
Banyak ibu rumah tangga dan pemuda desa yang terlibat dalam proses produksi, menjadikan kegiatan membatik tidak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai bentuk kebanggaan dan wadah ekonomi kreatif.
Pemerintah desa bersama kelompok perajin pun rutin mengadakan pelatihan membatik dan pameran untuk memperkenalkan karya mereka ke masyarakat luas.
Kegiatan membatik di desa ini tidak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga peluang ekonomi yang memberdayakan warga desa.
Selain itu, lingkungan Desa Sumberpakem yang asri dan tenang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin belajar membatik langsung di tempat asalnya.
Beberapa pengrajin bahkan membuka kelas singkat bagi pengunjung yang ingin mencoba membuat batik tulis, mulai dari mencanting hingga proses pewarnaan.
Suasana pedesaan yang alami, keramahan warga, serta aroma malam yang khas membuat pengalaman membatik di Sumberpakem terasa istimewa.
Kini, Batik Sumberpakem telah dikenal sebagai salah satu produk unggulan Jember yang mewakili semangat kemandirian dan pelestarian budaya lokal.
Dari sebuah desa yang sederhana, lahirlah karya-karya batik yang indah dan menjadi simbol kebanggaan masyarakat Pandhalungan.
Batik dari Desa Sumberpakem bukan hanya kain untuk dikenakan, melainkan kisah tentang ketekunan dan kreativitas desa.
Penulis: Inas Masyura
Editor : Dwi Siswanto